The news is by your side.

Para Jenderal di Kabinet Kerja Jilid II

0

Oleh: Rudi Hasan  |   

Balicitizen.com, Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Moeldoko jadi tamu undangan paling akhir keluar dari Istana Merdeka, Jakarta, setelah bertemu Presiden Jokowi, Selasa (22/10) malam. Dia menemui Jokowi pada 15.10 WIB dan keluar pukul 20.20 WIB.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengatakan, posisinya tak akan diganti di Kabinet Kerja Jilid II. “Bidangnya tidak berubah. Intinya, saya diminta membantu beliau melaksanakan tugasnya,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Selasa (22/10).

Namun, saat ditanya lebih perinci mengenai jabatan yang bakal diembannya untuk periode mendatang, mantan panglima TNI itu memilih berkelit. Dia hanya menyebut penentuan jabatannya itu adalah hak prerogratif Jokowi, dan baru akan diumumkan hari ini.

“Nanti kalau diumumkan sekarang enggak seram lagi,” kata Moeldoko.

Selain Moeldoko, Presiden Joko Widodo juga memilih sejumlah jenderal lainnya untuk bergabung di Kabinet Kerja Jilid 2. Sebut saja Jenderal Polisi Tito Karnavian. Tito lebih dulu dipanggil pada Senin (21/10) lalu, dan kemarin resmi mengundurkan diri dari jabatan kapolri.

Tokoh militer berikutnya adalah Prabowo Subianto dengan pangkat terakhir letnan jenderal dan memimpin Kopassus. Dia dipanggil Jokowi ke istana pada Senin lalu. Prabowo yang notabene rival Jokowi di Pilpres 2019 kini pun dengan rela hati bersedia merapat ke pemerintahan, menjadi pembantu pesaingnya itu.

Kemarin, beberapa jenderal juga dipanggil. Selain Moeldoko, ada Luhut Binsar Panjaitan yang masih dipertahankan dalam kabinet. Sebelumnya dalam kabinet pertama, Luhut menjabat sebagai menko maritim.

Tak hanya itu, Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto juga kebagian jatah dan digadang-gadan menjadi menteri kesehatan. Terakhir yakni Fachrul Razi, ketua organisasi pemenangan Jokowi, Bravo 5. Organisasi itu tadinya menjadi tempat berkumpul pensiunan para jenderal yang mendukung Jokowi.

Pengamat politik Ray Rangkuti melihat bertumpunya Jokowi pada kekuatan militer itu karena kehilangan legitimasi, khususnya dari rakyat. “Kesimpulannya, Jokowi berpangku pada banyak kekuatan, karena kehilangan legitimasi. Kekuatan pertama adalah partai politik dan kedua adalah TNI atau Polisi,” kata Ray.

Sejak Senin (21/10), Jokowi telah memanggil 34 calon menterinya. Mereka yakni Mahfud Md, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Tito Karnavian, dan Airlangga Hartarto.

Berikutnya yakni Pratikno, Nico Harjanto, Prabowo Subianto, Edhy Prabowo, Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Juliari Batubara, Siti Nurbaya Bakar, Suharso Monoarfa, serta Basuki Hadimuljono.

Selanjutnya, ada Fachrul Razi, Ida Fauziah, Bahlil Lahadalia, Zainudin Amali, Abdul Halim Iskandar, Yasonna Laoly, Budi Karya Sumadi, Sofyan Djalil, Moeldoko, Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro, Johnny G Plate, Agus Suparmanto, Teten Masduki, dan Terawan.

Pagi ini, Jokowi akan melantik mereka di Istana Kepresidenan. Pelantikan akan dimulai pukul 08.00 WIB ini dengan agenda awal mengenalkan para menteri beserta posisi mereka. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.