The news is by your side.

Pariwisata Merana Karena Corona, Ini Saran HIPMI Dongkrak Kunjungan

1

Oleh: Suandry Ansah   |

Balicitizen.com, Denpasar – Pariwisata Indonesia turut terpukul dengan merebaknya wabah Corona di berbagai belahan dunia. Setidaknya, epidemi ini turut memengaruhi kunjungan dua juta wisatawan China ke Indonesia.

Ketua Bidang ekonomi kreatif, pariwisata, koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Rano Wiharta mengatakan, dalam konteks pariwisata mancanegara, ini tentu sangat berdampak besar bagi pariwisata Indonesia. Yang pasti Indonesia kehilangan turis China yang menjadi salah satu penyumbang wisman terbesar di Indonesia dan sebaliknya.

Seperti Bali turun drastis, Manado bahkan habis, warga negara Indonesia (WNI) yang ingin berwisata ke China dan negara yang positif terinfeksi Corona juga pasti akan membatalkan kunjungannnya. Namun dari apa yang terjadi, Indonesia mesti bisa ambil sisi positif dan mengambil peluang.

“Yaitu pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah di daerah yang memiliki tempat-tempat wisata yang indah dan juga seluruh pelaku di industri pariwisata, baik itu hotel, tour and travel. Untuk lebih menggalakkan promosinya dalam menarik wisatawan terutama dalam maupun luar negeri selain China untuk datang ke Indonesia yang dimana sampai saat ini Indonesia masih dinyatakan aman dari Corona,” ujar Rano di Jakarta.

Rano mengatakan, data yang ada bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang ke luar negeri berjumlah 10,7 juta. Ini hanya beda kurang lebih 4 juta dari seluruh wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, yang jumlahnya 14 juta lebih di tahun 2019.

“Sungguh peluang yang besar yang dimana moment ini bisa kita gunakan untuk membuat 10,7 juta wisatawan Indonesia kita mencari tujuan alternatif, yaitu berwisata dan mengenal keindahan negaranya sendiri,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa menyebut sudah ada 7.000 hingga 9.000 wisatawan dari Cina yang membatalkan kunjungannya ke Bali.
Ia mengatakan, pembatalan kunjungan turis Cina ini karena pemerintah setempat mengeluarkan travel warning.

“Dilarang warganya untuk bepergian. Saya dengar ada sekitar 7000 sampai 9000 Cancel dari tamu China, ” kata Astawa, Rabu (29/1).

Ia berharap masalah corona ini segera selesai. Sebab jika dalam jangka panjang akan merugikan pariwisata Bali. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. asmiranda says

    guys ada kabar baru nich,
    mau dapatin duit dengan mudah tanpa keluar keringat?
    dan bisa jadi jutawan dalam waktu yang tidak lama,
    buruan yach ke qqharian,club
    jangan ketinggalan untuk menjadi jutawan….
    Click Disini

Leave A Reply

Your email address will not be published.