The news is by your side.

Pembunuh SPG Yuniawati Ternyata Gigolo

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Kasus pembunuhan SPG (Sales Promotion Girl) Ni Putu Yuniawati (39) menguak fakta baru. Tersangka Bagus Putu Wijaya alias Gustu (33) ternyata seorang gigolo dan menawarkan jasa prostitusi via online.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengungkapkan, perkenalan keduanya baru beberapa minggu. Tersangka chatting korban di media sosial untuk membeli Mitsubishi Xpander. Pada Senin (5/8), mereka sepakat bertemu di Lapangan Lumintang.”Dalam pertemuan itu, tersangka memberikan cek pembayaran DP mobil Xpander Rp 10 juta. Korban menanyakan pekerjaan tersangka dan dijawab sebagai gigolo,”ujar Ruddi Setiawan didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (12/8).

Dari lapangan Lumintang, korban mengendarai Mobil Ertiga DK 1988 HA mengajak tersangka ke BRI Renon mencairkan cek dan BCA Jalan Hassanudin untuk transfer uang. Selesai transaksi, mereka berlanjut makan siang di salah satu supermaket. Korban pun kembali menanyakan pekerjaan tersangka sebagai gigolo sekaligus mengungkapkan keinginannya melakukan hubungan seks. Akhirnya, mereka memilih penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa, Denpasar. “Korban memberikan uang Rp 500 ribu (jasa gigolo) serta membelikan tersangka sebuah handphone seharga Rp 1.999.000,”ungkapnya.

Di penginapan kamar nomor 8, keduanya melakukan hubungan seks hingga dua kali. Namun, permainan ranjang tersangka tak membuat Yuniawati puas. Selesai mengenakan pakaian, pelaku yang hendak keluar kamar ditarik oleh korban kemudian wajahnya dua kali ditampar. “Rugi saya membelikan kamu handphone, saya nggak puas sama kamu “ucap Yuniawati melontarkan kekecewaan.

Perkataan disertai tamparan itu membuat tersangka tersinggung. Pria yang diketahui menikah dua kali itu memiting leher Yunaiwati yang saat itu mau mengambil tas di meja. Selama kurang lebih 10 menit, korban lemas kemudian dibekap menggunakan handuk hingga tewas. “Tersangka kabur membawa mobil Ertiga ke rumah temannya di Sading, Badung dan digadai Rp 10 juta. Uang ini dipakai membeli tiket pesawat untuk kabur ke Sulawesi Utara,”beber Ruddi Setiawan.

Pria bertato itu sempat meninap dirumah mertuanya di Manado dan Kamis ( 8/8) sekitar pukul 22.00 Wita tersangka ditangkap saat berjalan kaki di Jalan Trans Ratahan Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Tersangka diketahui punya istri di Manado berinisial Pra tapi belum dikaruniai anak. “Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP , dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau Pasal Pencurian dengan kekerasan Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,”tegas mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.