The news is by your side.

Pemkot Denpasar Bantah Ada Denda Rp500 Ribu Warga yang Pakai Kresek

0

Oleh: Rosid   |

Balicitizen.com, Denpasar – Dalam beberapa hari terakhir, di Bali ramai berseliweran di media sosial bahwa ada masyarakat yang didenda dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu karena belanja menggunakan kantong plastik. Kabar tersebut rupanya membuat resah masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Ketut Wisada mengatakan telah mendengar adanya kabar tersebut. Untuk itu ia menegaskan bahwa penyidakan tersebut dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Musababnya hingga kini peraturan untuk mendenda yang belanja menggunakam kantong plastik belum ada. Peraturan yang ada di Pemkot baru pada tahap sosialisasi.

“Dapat informasi ada yang menyidak dan orang-orang yang belanja menggunakan kresek. Bahwa sudah ada semingguan infonya. Ada yang kena 200 ribu. Informasinya ada tas kresek dan kena 500 ribu,” katanya, Senin (16/9).

“Kami dari pihak pemerintah belum sampai ke tahap penindakan. Baru hanya tahap sosialiasi pengurangan sampah plastik,” lanjutnya.

Ia kembali menegaskan hingga kini belum ada dasar hukum untuk melakukan penindakan. Peraturan Walikota (Perwali) no 36 tanun 2018 baru pada tahap sosialisasi dalam pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Jadi ada oknum yang mengambil keuntungan dari perwali ini. Hanya tahap sosialisasi program pengurangan sampah plastik sesuai perwali 36 2018,” katanya.

Ke depan ia berharap kepada masyarakat yang menjadi korban untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Tindak lanjut, kita serahkan pihak berwajib. Bisa dilaporkan identitas yang mengenakan denda itu. Jadi sampai saat ini masyarakat resah. Kami informasikan betul-bwtul dicari identitasnya,” imbuhnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.