The news is by your side.

Pemprov Bali Klaim Bali jadi Provinsi Pertama Miliki Pergub Bulan Bung Karno

0

Oleh: Riki Z   |

Balicitizen.com, Denpasar –  Gubernur Bali I Wayan Koster sudah menandatangani (Pergub) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali Selasa (18/6). Karena itu, Pemprov Bali mengklaim, Bali jadi yang pertama daerah di Indonesia yang punya pergub Bulan Bung Karno.

Seperti dijelaskan Gubernur Bali Wayan Koster, peringatan Bulan Bung Karno punya makna penting mengingat segala jasa-jasa Putra Sang Fajar ini sebagai tokoh sentral dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Bulan Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan Bung Karno, Pancasila, Dasar dan ideologi negara yang dirumuskan pertama-kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian pada 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat Bung Karno,” kata Koster belum lama ini.

Setelah sebelumnya dilaksanakan acara peringatan 1 Juni 2019 sebagai Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila, 6 Juni 2019 sebagai Peringatan 118 Tahun Hari Lahir Bung Karno, rangkaian Bulan Bung Karno dilanjutkan dengan peringatan mengenang 49 tahun wafatnya Sang Proklamator tersebut pada 21 Juni 2019.

Acara peringatan tersebut akan dipusatkan di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar dengan berbagai kegiata pada Jumat (21/6) sore ini. Di antaranya pemutaran film dokumenter terkait perjuangan Bung Karno serta gelar seni pertunjukan Kolaborasi Nusantara garapan para seniman muda ISI Denpasar. Turut pula hadir berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat serta tokoh lintas agama.

Lebih jauh, peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Bali akan mendapatkan payung hukum melalui pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali, sehingga peringatan tersebut bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Pulau Dewata.

“Tujuan penyelenggaraan Bulan Bung Karno ialah membangun memori kolektif terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, sebagai dasar NKRI dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara,” terang Koster. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.