The news is by your side.

Pemutakhiran Data MBR Minggu Depan Rampung

0

Oleh: Jee Jaini   |    

Balicitizen.com, Surabaya – Desakan kalangan legislator yang meminta pemutakhiran data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), direspons Pemkot Surabaya. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), pemkot telah melakukan pemutakhiran data MBR itu.

Pemutakhiran tersebut akan disahkan dalam Surat Keputusan (SK) wali kota minggu depan. Pemutakhiran data tersebut nantinya akan digunakan sebagai pijakan dalam pembahasan APBD 2020 karena terkait dana kepada warga penerima Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat.

“Rencananya Senin (21/10) SK-nya akan ditandatangani,” ujar Kepala Bappeko Surabaya, Ery Cahyadi, Rabu (16/10) sore.

Ia mengatakan pemutakhiran data MBR dilakukan agar penerima bantuan PBI itu tepat sasaran. Menurut Ery, data MBR memang selalu diupdate. Sebab dalam realisasi di lapangan, ada warga yang sebelumnya MBR tetapi dalam perkembangannya tidak bisa disebut MBR lagi.

“Dari APBN (pusat) ini juga sedang melakukan verifikasi, namun APBD Surabaya juga akan mengcover,” lanjut Ery.

Ia mengungkapkan, sebelumnya tercatat, data MBR di Surabaya 799.540 jiwa, terdiri dari 325.226 KK (Kartu Keluarga). Dari dasar data itu, pemkot memberikan beberapa intervensi bantuan kepada warga.

Namun, yang menjadi masalah, ada warga yang mendapat reward PBI atau sudah tidak bisa dikategorikan MBR, tetap masuk dalam data itu. “Warga yang mendapat reward ini ternyata masih masuk dalam data MBR sehingga membuat jumlahnya banyak,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya melakukan pemutakhiran data MBR mulai di tingkat kelurahan, kecamatan dan selanjutnya diapproval di Dinas Sosial (Dinsos). Warga yang sudah mendapat reward tidak akan lagi masuk daftar MBR.

“Dari jumlah 325.226 KK tersebut, yang sedang kita lakukan pemutakhiran data,” katanya.

Pemutakhiran data ini akan didasarkan pada pendapatan keluarga. Jika pendapatan keluarga dikurangi pengeluaran dan sisanya tidak lebih dari Rp 400 ribu, maka warga tersebut bisa masuk dalam data MBR. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.