The news is by your side.

Penebasan di Rumah Kos, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

0

Oleh: Hari Santosa  |

Balicitizen.com, DenpasarPenyidik Polsek Denpasar Selatan menetapkan Komang Tri alias Komang Doyok alias Ming sebagai tersangka dalam kasus  penebasan di rumah kos  Jalan Mekar II Blok AVII, Banjar Mekar Jaya, Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (29/11).  

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya mengungkapkan, Komang Tri dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan korban luka berat dan meninggal dunia. “Sebelumnya ada tiga orang yang diamankan. Setelah mendalami pemeriksaan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka,”ujar  Nyoman Wirajaya, Senin (2/12).

Kompol Wirajaya menceritakan kronologis kejadian berawal dari tunggakan sewa kos oleh I Wayan SA   selama tiga bulan di rumah Agung. Pemilik akhirnya menyita barang-barangnya.

Saat berada di TKP, I Wayan SA menghubungi Agung dan meminta  barang-barangnya dikembalikan.  Kemudian, Agung menyuruh sopirnya  Mohammad Rendi Faisol. “Sampai TKP, sopir meminta uang kos  sebesar Rp 6,6 juta. Tapi, dia marah-marah karena ada barang seperti kulkas dan laptop tidak dikembalikan,”ujarnya.

Saat itu, Wayan SA asal Karangasem bersama beberapa orang temannya sedang pesta miras. Dalam pengaruh alkohol, terjadi cekcok dengan Faisol. Ia pun menghubungi Agung. “ Agung menyuruh Komang Doyok ke TKP untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik,”ungkapnya.

Setibanya di TKP, Komang Doyok mengaku dikeroyok. Namun, polisi masih mendalami keterangannya. Situasi sempat meredam  setelah tersangka berteriak mengaku asal Karangasem. Ia pun akhirnya diajak minum bareng. “Tersangka minum dua gelas tuak dan setelah itu pamitan pulang dengan alasan mau absen di tempatnya bekerja,”beber Wirajaya.

Ternyata, Komang Doyok pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali ke TKP diikuti adiknya, Komang Pande yang membawa tombak.  “Komang Doyok meminta adiknya untuk melihat saja. Pesannya kalau dirinya mati maka adiknya tahu siapa yang membunuh,” ungkapnya.

Saat peristiwa terjadi,  I Wayan SA kabur dan sampai sekarang masih dalam pengejaran polisi. Yang menjadi korban adalah  I Nyoman Degdeg (35), I Kadek Moyo (36), I Ketut Sudita (40) dan I Ketut Kentel (28).  I Nyoman Degdeg mengalami luka cukup parah dan akhirnya meninggal di RS Sanglah.  “Doyok juga melaporkan pengeroyokan tapi  kami masih fokus masalah penebasan karena ada korban meninggal,” tegasnya.

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.