The news is by your side.

Penutupan Pulau Komodo Rugikan Pelaku Usaha Wisata

0

Oleh: Suandri Ansah  |   

Balicitizen.com, Jakarta – Tim Terpadu pengkajian status Taman Nasional Komodo sebagai Kawasan Tujuan Wisata Alam Eksklusif mendapati bahwa wacana penutupan dan relokasi warga desa akan menimbulkan kerugian bagi para pelaku usaha wisata. Sedikitnya, sebanyak 4.842 jiwa penduduk setempat yang mayoritas memiliki usaha pariwisata dirugikan.

Pada Pulau Komodo misalnya, terdapat 1 Desa yaitu Desa Komodo (1.818 Jiwa) yang termasuk dalam Zona Khusus Pemukiman seluas 17,6 hektar. Sekitar 68% masyarakatnya bermata pencaharian pada bidang usaha pariwisata.

Mulai dari tour guide, pengelola home stay, kapal wisata, pengrajin patung maupun penjual souvenir. Sedangkan pada Pulau Rinca terdapat 2 Desa yaitu Desa Papagarang (1.417 jiwa) dan Desa Pasir Panjang (1.607 jiwa) yang penduduknya bermata pencaharian utama sebagai nelayan.

“Penutupan Pulau Komodo akan menimbulkan kerugian bagi para pelaku usaha wisata seperti pemilik hotel, restoran, tur operator, sarana transportasi, pemandu wisata, souvenir shop, dan sebagainya” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Djati Witjaksono Hadi dalam keterangan persnya, Kamis (3/10).

Khusus Pulau Komodo, wacana penutupan akan menghentikan pendapatan sekitar 144 pedagang cendera mata, 51 pemandu wisata, 65 pengrajin patung, 13 kelompok pemilik homestay, 19 usaha transportasi laut, serta 42 kelompok kuliner. Sejak 5 tahun terakhir jumlah wisatawan ke Taman Nasional Komodo terus meningkat signifikan.

Pada tahun 2014 tercatat 80.626 wisatawan, tahun 2015 tercatat 95.401 wisatawan. Tahun 2016 tercatat 107.711 wisatawan dimana 11,60% diantaranya menggunakan kapal cruise.

Kemudian tahun 2017 tercatat 125.069 wisatawan dimana 13,70% diantaranya menggunakan kapal cruise; serta tahun 2018 tercatat 176.830 wisatawan dimana 9,17% menggunakan kapal cruise. Data terakhir, dalam bulan Agustus 2019 tercatat 107 cruise wisatawan datang ke Taman Nasional Komodo.

Meningkatnya kunjungan ke Taman Nasional Komodo memicu pertumbuhan dunia usaha yang terkait dengan kepariwisataan di Labuan Bajo seperti perhotelan, jasa transportasi, tur operator. Saat ini terdapat 84 unit hotel, fasilitas kuliner di 72 lokasi, fasilitas angkutan laut seperti kapal motor (813 unit).

Lalu perahu motor tempel (216 unit), dan perahu tanpa motor (576 unit). Sedangkan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekowisata di Taman Nasional Komodo tercatat antara lain 67 pemandu wisata, 120 pedagang souvenir, dan 60 pengrajin patung komodo. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.