The news is by your side.

Perajin Tenun Bali Terkendala Bahan Baku Benang dan Penenun Terlatih

0

Oleh: Riki Z   |

Balicitizen.com, Denpasar – Industri tenun di Bali kini sedang bergairah, kebutuhan makin tinggi setelah adanya peraturan gubernur soal kewajiban memakai pakaian adat Bali tiap Kamis bagi PNS dan pegawai swasta. Namun hal ini tidak berbanding lurus dengan pasokan bahan baku benang dan penenun yang terbatas.

Pemilik usaha tenun ikat Sri Widhi, I Wayan Widyantara di Semarapura Tengah mengatakan, usaha tenun ikat yang dirintis sejak tahun 2000 ini memperkerjakan sekitar 80 orang tenaga kerja  yang tersebar di sejumlah tempat di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem.  Dalam satu bulannya dihasilkan kurang lebih 200 lembar kain tenun yang motif serta warnanya disesuaikan dengan pesanan konsumen.

Dalam menjalankan usahanya, masih ada permasalahan yang dihadapi diantaranya sulitnya mendapatkan bahan baku benang, di mana masih dipesan dari Surabaya serta keterbatasan tenaga kerja yang memilki keterampilan menenun. Untuk itu kedepannya, pihaknya berharap ada solusi dalam upaya mendapatkan bahan baku serta kegiatan pelatihan menenun khususnya bagi para generasi muda.

Sebagai juara 1 lomba desain endek Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2018, pihaknya akan terus berinovasi dan berkreativitas baik dalam motif maupun warna endek, sehingga keberadaan endek akan semakin diminati masyarakat. “Kami sangat berterimakasih dengan adanya pergub penggunaan pakaian adat, industri endek semakin bergairah. Pesanan endek kami  mengalami peningkatan  dari seluruh kabupaten kota se Bali, dan hal ini memacu kami untuk terus berkreativitas dan berinovasi,” imbuhnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.