The news is by your side.

Politisi Nyinyir

0

Oleh: Hari Santosa  |

Balicitizen.com, Denpasar – Nyinyir… Ini kosakata baru di dunia perpo- litikan Indonesia. Walau sebenarnya kata ‘nyinyir sudah ada dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa In- donesia) sekian puluh tahun lalu, namun 5 tahun terakhir, kata ‘nyinyir’ menjadi sangat populer. Digunakan oleh pejabat setingkat menteri sampai tukang sapu, dari kelas jenderal sampai kopral, tingkat kiai sampai santri. Sederhana sebenarnya arti kata ‘nyinyir’ dalam KBBI, yakni mengulang- ulang perintah, atau singkatnya berarti ‘cerewet’. Namun entah mengapa hari ini kata ‘nyinyir’ malah diucapkan berulang-ulang, sehingga nampak ada target khusus dengan kata ini. Contohnya saja, betapa dalam paragraf awal ini, saya sudah mengulang kata ‘nyinyir’ sebanyak 5- 6 kali, jadi betapa ‘nyinyir’nya tulisan ini?

Namun nampaknya ada pergeseran makna kata ‘nyinyir’ hari ini. Kalo dulu ada yang bilang ‘ahh, nyinyir Luu,” artinya adalah “ah cerewet saja Lu,”. Namun karena pergeseran makna dan politisasi kata ‘nyinyir’ ini, menjadi kan makna “ah nyinyir aja Lu,” berarti adalah ‘haii, diam Luu,”

Kita lihat, kekuasaan ternyata bisa menjadi demikian ‘brutal’, bahkan mampu mengubah sebuah kata menjadi demikian menakutkan. Kita bisa saja ketakutan oleh bunyi kokangan senapan yang menyalak di dekat kepala kita. Namun hari ini, bila saat seorang jenderal atau pejabat atau pemimpin mengucap kata “sebaiknya kalian gak usah nyinyir” , ini berarti akan ada efek dramatis dalam perkara hidup kita. Bisa jadi, esok kita sudah tak ada, dibui di sebuah tempat gelap.

‘Nyinyir’ kini adalah peluru, yang mampu membungkam oposisi. Peluru ini tak perlu dimasukkan senapan dan dikokang. la cukup diucapkan atau ditulis, maka seribu kritik dari oposisi akan mendapatkan cap sebagai ujaran kebencian. Para buzzer rezim di dunia medsos menyerang kiri kan ke rezim dengan menuding oposisi adalah mereka yang memproduksi ‘kenyinyiran’, pasu kan sakit hati, nyinyir karena gak move on. Padahal, bila kita flash back dengan me- ngingat betul sejarah bangsa ini, maka ‘nyinyir’ selalu beredar dari masa ke masa. Sejarah mencatat, bila 32 tahun kekuasaan Soeharto akhirnya tumbang oleh ‘nyinyiran’ mahasiswa.

Dalam masa kejayaan Soeharto, tokoh-tokoh reformis demikian ‘nyinyir’ menyerang Soeharto. Walhasil, Orde Baru tumbang, oleh nyinyiran. Bagaimana segenap semangat pejuang bangsa di era kemerdekaan terbakar oleh semangat ‘nyinyiran’ juga. Lihat tembok-tembok di segenap penjuru kota perjuangan, penuh graf fiti dan corat coret bernada ‘nyinyir’ : ‘MERDEKA ATAOE MATI’, ‘SEKALI MERDEKA TETAP MER- DEKA’, ‘HIDOEP INDONESIA’, ‘MERDEKAAA… Kita bersatu dalam dunia. ‘nyinyir’ saat manfaatnya pula, ia menyalahkan irakyat? revolusi kemerdekaan. Bahkan seniman-seniman ludruk ikut membuat parikan berpola bahasa ‘nyinyiran’: ‘Bekupon omahe doro, Melu Nippon tambah sengsoro’ (bekupon rumah burung dara, ikut jepang tambah menderita). Demikian teriakan-teriakan membakar semangat para pejuang, adalah bentuk aja kan ‘nyi nyir… Dan kita Merdeka, salah satunya berkat semangat ‘nyinyir’ Bayangkan saja, bila dahulu Patih Gadjah Mada, tidak bersumpah dengan gaya ‘nyinyir’, “tak aku akan makan buah pala, bila belum bersatu Nusantara”, mungkin penyatuan kerajaan-kerajaan di nusantara akan sulit terwujud. Maka saya demikian terkaget kaget, saat ada teman yang di era hari ini malah menye but “negeri kita ini tidak akan maju, selama rakyatnya masih nyinyir…”. Saya menyadari bila ia memang pendukung rezim, namun sungguh sedih mengingat justru kita (rakyat kebanya kan ini) seringkali bertengkar karena rezim ini. Apa ‘Nyinyir’, bisa jadi adalah kata kerja (bila diartikan mengulang-ulang perintah), namun bisa menjadi kata sifat (bila artinya cerewet). Saya lebih menyukai ‘nyinyir’ adalah kata sifat/ mensifati sebuah kerja. ‘Mengulang perintah’ (mengulang itu mensifati/sifat dari) dan (perintah adalah kata kerja). Maka, manfaatkan kata ‘nyinyir’ dengan sewajarnya, dengan hati terbuka dan nalar yang sehat… ‘ahhh Nyinyir aja Luuu’.

  • Penulis: Hari Santosa
  • Kepala: Pemberitaan Bali
Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.