The news is by your side.

Profil Nadiem, Berawal dari Ide Mengangkat Tukang Ojek hingga ke Istana

0

Oleh: Annisa Fadhilah   |   

Balicitizen.com, Jakarta – Nadiem Makarim sang penggagas aplikasi transportasi daring Gojek ini sudah tidak diragukan lagi keahliannya di Indonesia maupun Asia Tenggara. Dia bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim, lahir di Singapura pada 4 Juli 1984, dari pasangan Nono Anwar Makarim, seorang pengacara asal Minagkabau, dan Atika Algadarie, seorang perempuan keturunan Arab.

Nadiem memiliki istri dari pernikahannya pada 2014, bernama Franka Franklin. Dan dikaruniai seorang putri bernama Solara Franklin Makarim.

Pada 2002 hingga 2006, Nadiem berkuliah di Brown University, mengambil jurusan International Relations. Sempat juga Nadiem mengikuti program  exchange di London School of Economic, selama dua tahun. Setelah lulus kuliah, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company.

Pada 2011, diia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School. Setelah memperoleh gelar MBA, dia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai Managing Director. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.

Gojek sendiri idenya berawal dari aktivitas Nadiem yang suka naik ojek ke kantor. Saat melihat para tukang ojek berjejer di pangkalan, dia berfikir untuk menaikkan taraf hidup tukang ojek, melalui kemajuan teknologi daring, seperti Uber.

Gojek berawal hanya 20 driver dengan sistem telepon call center, sampai akhirnya Gojek mendapat suntikan dana dari Northstar Group asal Singapura pada 2014 yang menbantu kiprah Gojek merilis aplikasi daring yang menarik masyarakat Indonesia.

Saat ini Gojek berhasil berkontribusi sebesar Rp 9,9 triliun per tahun kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, Gojek masuk level decacorn yang perusahaan mempunyai nilai valuasi lebih dari US$ 10 Miliar.

Pada Senin (21/10) siang, Nadiem Makarim menjadi sedikit orang yang dipanggil Presiden Joko Widodo selama kurang lebih 40 menit di Istana Kepresidenan untuk berbincang terkait visi dan misi presiden yang ingin mengembangkan SDM, mereformasi birokrasi, dan meningkatkan investasi.

Nadiem juga menyatakan tidak sabar bergabung di dalam Kabinet Kerja guna melahirkan inovasi baru bagi negara. “Semuanya merujuk dari visi misi Pak Presiden. Ini merupakan kehormatan luar biasa bagi saya dan semoga didukung ke depannya, terima kasih,” ungkap Nadiem usai meninggalkan Istana Presdien pada Senin siang.

Usai pertemuan dengan Presiden Jokowi, Nadiem menyatakan bahwa dirinya telah mundur dari Gojek. “Saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali,” kata Nadiem.

Gojek mengkonfirmasi mundurnya Nadiem Makarim dari posisi apapun di startup yang didirikannya itu dengan mengumumkan pemimpin baru.

“Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita.

Namun, Nadiem belum mau mengatakan posisi yang akan dijabatnya dalam Kabinet Jokowi Jilid 2. Meski demikian, soal inovasi, Nadiem mengatakan telah banyak rencana yang akan dilakukan untuk Indonesia. “Sudah pasti banyak sekali yang ingin saya lakukan untuk negara ini,” ujar Nadiem. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.