The news is by your side.

Propaganda Rusia, Hoaks Atau Fakta?

0

Oleh: Suandri Ansah |

Presiden Jokowi yang telah melontarkan tuduhan propoganda Rusia terhadap Prabowo dikhawatirkan bisa memecah bangsa. Capres 01 sebagai petahana Pilpres 2019 diminta menjaga tutur kata agar Pemilu 2019 tidak gaduh

Balicitizen.com, Jakarta — Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Anthony Leong menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut ada Tim sukses menggunakan teknik propaganda Rusia oleh konsultan asing merupakan pernyataan yang tidak mendasar.

“Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli,” kata Jokowi saat berpidato di hadapan ribuan Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di PG Colomadu Solo, Ahad (3/2).

Jokowi mengatakan, konsultan asing telah merekomendasikan upaya untuk terus menyemburkan fitnah dan kebohongan yang terus menerus. Salah satunya, kata dia, dengan mengaplikasikan teori propaganda Rusia.

“Teori propaganda Rusia seperti itu. Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat, masyarakat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu,” katanya.

Merespons pernyataan itu, Anthony meminta Presiden Jokowi sebagai petahana Pilpres 2019 menjaga tutur kata agar Pemilu 2019 tidak gaduh.

“Kita ingin pemilu yang damai, pemilu yang lahirkan pemimpin terbaik dari yang terbaik. Pak Jokowi tudingannya sangat tidak mendasar dan ini fitnah keji,” katanya kepada Indonesiainside.id (4/2).

Dia mengungkapkan, kubu 02 saat ini lebih fokus pada isu ekonomi dan lapangan pekerjaan. Anthony justru menyebut pihak petahanalah yang justru banyak membuat pernyataan bohong.

“Hoax malah dilakukan oleh kubu petahana seperti mobil esemka Oktober 2018 akan diproduksi massal, pembebasan Ustadz Ba’asir yang belum terealisasikan,” ujar Anthony.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon bahkan pernah menyebut mobil Esemka seharusnya dijadikan monumen kebohongan nasional karena tak kunjung diproduksi.

“Saya kira yang paling banyak bohong itu coba lihat siapa, mobil SMK, mobil itu harus jadi monumen kebohongan nasional,” katanya

Anthony sendiri mengakui menjadi korban hoax yang dibuat oleh isu petahana karena dituding merupakan warga negara asing (WNA) yang mengatur strategi digital Prabowo – Sandi.

“Saya sendiri ada disana disebut warga negara asing yang mengatur strategi digital, padahal saya termasuk alumni Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional RI),” kata Anthony.

Bantahan yang sama diutarakan, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi. Dia menyebut tudingan itu berpotensi mendiskreditkan Rusia. Sebab pernyataan Jokowi mengesankan “negeri beruang merah” itu mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Pernyataan itu akan menimbulkan efek diplomasi kurang baik antara pemerintah Indonesia dan Rusia,” ujar Viva.

Menurut dia, Jokowi melakukan pembalikan opini. Misalnya, kedekatan petahana itu dengan Tiongkok, yang menggerus elektabilitasnya. Sebab masyarakat jengah dengan kebijakan eks Wali Kota Solo itu yang berkiblat ke “negeri tirai bambu”.

Belum lagi, kata dia, masifnya berita tentang kebijakan ekonomi Indonesia yang selaras dengan kebijakan politik pemerintah RRC. “Persepsi negatif itu merugikan nilai elektoral Pak Jokowi,” kata Viva.

Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN), Ahmad Riza Patria melihat calon presiden 01 Joko Widodo melakukan blunder.

Menurut dia, sindiran dan serangan kepada paslon 02 sejatinya tak menarik simpati masyarakat. Menurut dia Jokowi agresif, menunjukkan kekhawatiran atas elektabilitas petahana yang tak kunjung naik. “Masyarakat jadi tahu sebetulnya siapa Pak Jokowi. Ini tanda-tanda kekalahan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ujar Riza

Dia menyarankan, Jokowi seharusnya tak menunjukkan sikap menyerang. Sebab keunggulannya tentang pembangunan di periode pertama, akan tertutupi oleh serangan itu. “Berarti ada tanda-tanda bahwa apa yang dikerjakan selama ini tidak berhasil,” tutur Riza. (Kbb)

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.