The news is by your side.

Proyek Minta Dihentikan, Pengerjaan Pelabuhan Benoa Sudah 88,8 %

2

Oleh: Rosid  |

Balicitizen.com, Denpasar – Pelindo III mengatakan akan menemui Pemprov Bali terkait surat Gubernur Bali yang meminta peghentian proyek reklamasi di Pelabuhan Benoa. Pihaknya mengaku baru menerima surat tersebut siang tadi, Minggu (25/8).

“Sudah (terima) baru saja siang ini. Saat ini kami akan mempelajari terkait isi surat tersebut,” kata Wilis Aji, VP Corcomm Pelindo III melalaui pesan Whatsapp, Minggu (25/8).

Selanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemprov Bali. Dan upayanya adalah memenuhi rekomendasi Pemprov Bali. Terkait proyek tersebut ia mengatakan kini sudah berjalan 88,8 %. Jika memang nantinya dihentikan ia belum merinci berapa total kerugiannya.

“Saat ini progress 88.8%. Belum smapai ke sana (kerugian),” kata dia.

Ia melanjutkan, Pelindo III membangun Pelabuhan Benoa tersebut semata-mata untuk mengembangkan pariwisata di Bali yang pada akhirnya untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Bali. Pelindo III juga siap bekerjasama bersama pemprov Bali dan semua lapisan masyarakat Bali untuk menyesuaikan pembangunan di Benoa.

“Agar sesuai dengan harapan masyarakat Bali dan visi misi pemerintah daerah Bali,” katanya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait
2 Comments
  1. Rai Windra says

    Yang jelas proyek apapun yang mengatasnamakan untuk masyarakat Bali, hasilnya adalah Bali terutama Denpasar makin sesak, padat, pendatang yang tidak menjunjung peribahasa dimana tanah dipijak disana langit dijunjung makin banyak di Bali, lalu lintas macet, makin banyak penjahat, kriminalitas meningkat, makin banyak sampah, sawah dan ruang terbuka hijau makin habis & berbagai masalah lainnya dan warga asli Bali menjadi korban kekacauan ini.

  2. Rai Windra says

    Sampai kita yang asli Penduduk Bali, mencarikan anak sekolah saja sulit karena persaingan dengan pendatang. Para pendatang kebanyakan seenak udelnya di Bali tanpa peduli adat (desa adat), tradisi, budaya Bali. Belum lagi mereka Berzina/kumpul kebo, sering bikin onar dengan minum miras/minuman beralkohol, edarkan narkoba, berkelahi saling bunuh yg pada akhirnya warga Hindu Bali harus melakukan ritual pembersihan secara Hindu Bali karena aura negatif yg timbul akibat semua perbuatan kriminal dimaksud dengan menghaturkan BEBANTENAN atau berbagai macam PECARUAN. Pada akhirnya setelah aura/energy negatif dibersihkan secara spiritual dengan media ritual Hindu Bali dimaksud, kembali dikotori dengan berbagai tindak kriminal yg baru. Orang Bali hanya dapat SAMPAH alias semua kekotoran berbagai perbuatan kriminal dimaksud.

    Bali sudah maju tapi jenuh, penuh dan sesak. Baiknya pembangunan dimeratakan di wilayah lain Indonesia karena masih banyak wilayah lain yg belum mendapat pemerataan pembangunan. Akibat tidak meratanya pembangunan, penduduk di wilayah tersebut datang ke Bali bikin sesak, onar, kacau, kriminal dan berbagai dampak negatif bagi Bali

Leave A Reply

Your email address will not be published.