The news is by your side.

Proyek Pelabuhan Benoa Direncanakan Rampung 2023

0

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Saat ini Pemprov Bali bersama Pelindo III sedang mengembangkan proyek pengembangan Pelabuhan Benoa di Denpasar. Proyek ini akan menata kawasan pelabuhan menjadi lebih besar dengan sejumlah fasilitas seperti UMKM dan hutan kota.

Proyek pengembangan pelabuhan Benoa ini diklaim sebagai yang terindah. Hal ini seperti dikatakan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster kemarin di sela-sela acara Karya Mendem Pedagingan lan Lingga Tangan Prasasti ring Karya Melaspas Bumi Sudha lan Mecaru Genah Melasti Desa Adat Pedungan, Denpasar pada Minggu (23/2) siang.

Menurut dia genah melasti ini merupakan satu bagian dari fasilitas pelabuhan Benoa yang dikembangkan dalam suatu desain untuk keperluan adat. Berkoordinasi dengan dirut dan jajaran Direksi Pelindo III agar dibangun secara terintegrasi dan utuh, menjadi kawasan yang berkelas dunia.

“Sesuai yang kita harapkan bersama dimiliki oleh Bali, dimana keberadaannya bisa mendukung jalannya kepariwisataan sekaligus juga mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” terang Koster.

Desain ini kata dia telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat desa adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara dan genah melasti ini.
“Saya harap kedepan bisa ditata lagi, fasilitas dan pendukungnya agar bisa harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya. Betul-betul bisa jadi kawasan yang baik. Saya terjun langsung mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan Benoa ini, melibatkan pula sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian hingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali serta mengedepankan arsitektur Bali,” terangnya.

Menurutnya pelabuhan ini akan jadi pelabuhan terindah di dunia. “Pelabuhan Benoa kedepan akan jadi pelabuhan terindah di dunia. Sudah dipresentasikan di hadapan komisi VI DPR RI dan semuanya memberikan apresiasi. Disaksikan pula bapak Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata. Hanya satu di Indonesia pelabuhan indah seperti ini,” jelas dia.

Pelabuhan ini dibutuhkan untuk mendukung kepariwisataan di Bali, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur darat-laut-udara secara terintegrasi. Untuk itu rencana pembangunan dari pusat, harus sinkron dengan visi dan misi kita di Bali agar harmonis dan sejalan, dengan alam dan masyarakatnya.
“Astungkara bisa dijalankan dengan baik.Didukung pula kawasan stand untuk pengrajin dan UMKM rakyat serta dilengkapi dengan hutan kota. Target diselesaikan 2023,” ungkap dia. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.