The news is by your side.

Pupuk Olahan dari Bali Lolos Seleksi Nasional, Berpeluang Dapatkan Rp1,6 Miliar

0

Oleh: Hari Santosa  |

Balicitizen.com, Denpasar – Wakil Bali mengajukan proposal penelitian mengenai pupuk cair organik ke pusat. Hasilnya, proposal ini lolos seleksi untuk tingkat nasional dan berpeluang mendapatkan dana insentif untuk penelitian sebesar Rp1,6 miliar.

Hasil penelitian mengenai Pupuk Organik Cair Bio-Inokulum ini disusun Tim UPTD  Pertanian Terpadu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Bali.

Mereka lolos dalam tahap seleksi nasional Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insinas) pendanaan tahun 2020.

Kepala UPTD TPHbun I Wayan Sunada, menjelaskan pihaknya telah mengajukan proposal Insinas Riset Kemitraan dengan fokus bidang riset pangan pertanian. “ Judul yang diangkat dalam pengajuan proposal ini, yakni Intensifikasi Lahan Sub Optimal Melalui Pengembangan Pupuk Organik Cair Bio-Inokulum Plus dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Lokal Berkualitas Ekspor di Bali dan Nusa Tenggara Timur,” jelas Sunada di Denpasar, belum lama ini.

Tim pengusul dari pengajuan proposal ini ada 6 orang yakni, Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb sebagai Ketua peneliti, dan anggota peneliti terdiri dari Ir. Eko H. Agustin Juwaningsih, M.Si., Lena Walunguru, SP., M.Si. Ir. I Made Buda, M.P., I Made Londra, S.Pt., M.P., Chatlynbi T. Br. Pandjaitan, SP., M.Sc. “ Dari usulan yang sudah diajukan, dan setelah melewati seleksi administrasi Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional, melalui Surat undangan Kemenristedikti Nomor: B/464/E4.4/KT.04.00/2019,” jelasnya.

Sebagai Ketua Tim Peneliti, Wayan Sunada berkesempatan untuk memaparkan proposal penelitian pada Senin, 9 Desember 2019 dengan agenda Paparan Proposal Insinas 2020.

“Dari seluruh Indonesia yang mengajukan proposal insinas 2020 sebanyak 68 peserta yang akan bersaing untuk mendapatkan bantuan insentif penelitian senilai Rp1,650 Milyar,” tandasnya.

Diuraikan Sunada, Kegiatan penelitian ini berawal dari keadaan wilayah Bali dan di NTT yang mempunyai kesamaan kondisi lahan kering dan melihat fakta di lapangan di mana masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang kurang menyadari pentingnya pengelolaan yang baik.

“Oleh karena itu, perlu merubah pola pikir untuk pengelolaan lahan dengan penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pupuk organik yang baik adalah pupuk yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, serta tersertifikasi berdasarkan standar mutu pupuk,” lanjut Sunada.

Sedangkan tujuan Riset Pratama Kemitraan ini, dikatakan Sunada adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan lahan kering di Bali dan NTT dengan cara meningkatkan kesuburan tanah.

Peningkatan kesuburan tanah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman organik lokal khususnya padi hitam dan bawang merah yang mempunyai nama sebagai varietas unggul nasional spesifik, berkualitas eksport. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.