The news is by your side.

Putusan Pengadilan Negeri Dianulir, Sopir Pembawa Sabu 53 Kg Dibebaskan

0

Oleh: Farida Noris  |  

Balicitizen.com, Medan

Pengadilan Tinggi Medan mengabulkan permohonan banding yang diajukan Syahrial terdakwa kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 53 kg. Hakim Tinggi menganulir putusan Pengadilan Negeri Medan yang sebelumnya menghukum Syahrial dengan pidana penjara selama 17 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 3 bulan kurungan.

Dalam putusan Pengadilan Tinggi Medan dengan nomor: 912/Pid.Sus/2019/PT MDN Tahun 2019 itu menyatakan Syahrial tak terlibat sama sekali dalam peredaran sabu seberat 53 kg seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina dari Kejati Sumut.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Erwan Munawar didampingi hakim anggota, Binsar Siregar dan Ahmad Sukandar pada 1 Oktober 2019 kemarin.

“Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Medan, tanggal 11 Juni 2019 Nomor 513/Pid.Sus/2019/PN Mdn, yang dimintakan banding,” ucap hakim sebagaimana dilansir dari website PT Medan, Senin (7/10).

Dalam amar putusannya, hakim memerintahkan agar Syahrial dikeluarkan dari tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) setelah putusan ini dibacakan.

Sebelumnya, Yusuf Hanafi Pasaribu, SH selaku penasihat hukum Syahrial mengatakan keberatan dengan putusan hakim Pengadilan Negeri Medan yang belum memberi rasa keadilan kepada terdakwa. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan banyak fakta yang terungkap, namun luput jadi pertimbangan hakim.

“Misalnya pengakuan Junaidi (berkas terpisah) selaku pemilik mobil dan Elfi Darius (berkas terpisah) menyatakan bahwa Syahrial tidak terlibat dan tidak tahu menahu soal sabu seberat 53 kg itu,” paparnya.

Sebab Syahrial memang sopir rental yang mendapat upah Rp200-400 ribu setiap kali digunakan jasanya. Saat sabu itu dinaikkan ke atas mobil, Syahrial pun tak mengetahuinya. Syahrial merasa ditipu oleh Junaidi dan Elfi Darius. Karena dari Tanjungbalai ke Medan tak ada dibilang membawa sabu, mereka bilang hanya mau menjual mobil yang digunakan.

“Dari Tanjungbalai Syahrial disuruh lewat jalur Berastagi. Saat mobil dikejar-kejar oleh petugas BNN di Pancurbatu, Junaidi dan Elfi Darius juga berbohong dengan mengatakan yang mengejar itu adalah orang jahat yang ingin merampok mobil mereka. Syahrial pun disuruh semakin memacu laju mobilnya hingga akhirnya dapat dihentikan petugas BNN di Jalan Zein Hamid, Kel Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor,” pungkasnya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.