The news is by your side.

Rapor Menteri Kabinet Kerja: Menkominfo Rudiantara Dapat Nilai 6,6

0

Oleh: Icheiko Ramadhanty  |   

Balicitizen.com, Jakarta – Pengamat politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah Putra, menyayangkan profil seorang Rudiantara yang cukup profesional, tapi ternyata masih memiliki pola pikir politis. Itu terlihat dari cara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja, yang menurutnya lebih banyak diperuntukkan untuk kepentingan elite, alih-alih untuk kepentingan bersama.

“Bagaimana mereka (Kemkominfo) membatasi akses informasi adalah hal paling gagal sebagai sebuah kementerian,” katanya saat dihubungi, pekan lalu.

Menurut dia, negara bertanggung jawab dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Meski di satu sisi pemerintah berdalih pemblokiran internet di masa-masa krisis dapat mencegah penyebaran hoaks, di sisi lain kebijakan itu justru juga menghalangi publik memperoleh informasi yang akurat.

Secara keseluruhan Kurnia memberikan nilai 7 untuk kinerja lima tahun Rudiantara.

Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir berpendapat, Rudiantara memiliki beberapa catatan kontribusi meski oleh sebagian masyarakat dianggap kontroversial dan membuat publik geram. Sebagai contoh di sini yaitu keputusan Rudiantara membatasi jaringan internet saat terjadi konflik di Papua, beberapa waktu lalu.

“(Lewat kebijakan itu) informasi bohong (hoaks) yang memprovokasi warga tidak mendapatkan tempat. Itu bisa dijadikan sebagai catatan keberhasilannya (Rudiantara),” kata Wempy kepada Indonesiainside.id, Sabtu (19/10).

Menurut dia, Rudiantara tidak terlalu buruk menjalankan tugas sebagai menkominfo. Wempy pun memberikan nilai antara 6,5 sampai 7 untuk kinerja sang menteri. Dia juga menuturkan, Rudiantara layak dipertimbangkan untuk tetap bertahan dan masuk ke dalam kabinet periode 2019-2024.

Sementara, pengamat politik dari Universitas al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, tidak ingin memberikan terlalu banyak komentar terhadap kebijakan-kebijakan yang bersifat teknis dari tupoksi Rudiantara. Dia hanya mengapresiasi mantan komisaris PT Indosat Tbk itu lantaran mau melanjutkan kebijakan menkominfo sebelumnya, Tifatul Sembiring, yaitu memblokir situs-situs porno yang dapat merusak moral anak bangsa.

Berbeda dengan Wempy, Ujang justru melihat ada motif politis di balik kebijakan pemblokiran internet pada 22 Mei di Jakarta, serta; pada saat terjadinya konflik di Papua dan Papua Barat, beberapa waktu lalu. Sekalipun kebijakan itu dilakukan Rudiantara dengan dalih untuk mencegah penyebaran hoaks pada masa-masa krisis tersebut.

Karenanya, dia ingin berpesan kepada Rudiantara ke depan jika seandainya terpilih lagi menjadi menteri. Pesan itu adalah, jangan lagi sampai terjebak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan politik. Ujang pun memberikan nilai 6 untuk kinerja Rudiantara selama berada di Kabinet Kerja.

Dari penilaian tiga pengamat/akademisi di atas, nilai rata-rata rapor kinerja Menkominfo Rudiantara adalah 6,6. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.