The news is by your side.

Ratusan Karyawan Padati PN Denpasar Beri Dukungan Kepada Bos Kuta Paradiso

0

Oleh: Imam Rosidi  |

Balicitizen.com, Denpasar – Sidang perdana kasus dugaan penggelapan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Selasa (12/11). Dalam sidang ini ada ratusan karyawan Hotel Kuta Paradiso, yang memenuhi Ruang Sidang Cakra di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mereka berbondong bondong datang untuk memberikan dukungan moral kepada owner hotel tersebut, Harijanto Karjadi, yang duduk di kursi terdakwa dalam sidang perdana perkara dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik gadai saham dan penggelapan.

Sebagian karyawan terlihat memakai seragam Hotel Kuta Paradiso, sebagian lainnya ada yang mengenakan baju adat khas Bali. Mereka dengan tertib mengikuti jalannya sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh tim jaksa yang dikoordinir oleh I Ketut Sujaya tersebut. Harijanto Karjadi sendiri didampingi tim pengacara antara lain Berman Sitompul dan Petrus Bala Pattyona.

Sejumlah karyawan yang dimintai komentar terkait kedatangan mereka ke PN Denpasar mengatakan kehadiran mereka adalah aksi spontan sebagai wujud solidaritas dan dukungan moral kepada pemilik dan pimpinan Hotel Kuta Paradiso, Harijanto Karjadi.

“Ini sikap spontan saja. Ya, semacam solidaritaslah, sekaligus memberi dukungan moral, karena selama ini beliau baik kepada karyawan,” kata beberapa pegawai yang enggan dikutip namanya.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntun umum pada intinya mengatakan bahwa Harijanto Karjadi selaku Direktur PT Geria Wijaya Prestige/GWP (Hotel Kuta Paradiso) turut terlibat dan menyetujui pemberian keterangan palsu dalam akta otentik gadai saham sehubungan peristiwa pengalihan saham dari Hartono Karjadi kepada Sri Karjadi dalam RUPS tanggal 14 November 2011. Akibat peristiwa tersebut, Tomy Winata selaku korban pelapor, dirugikan lebih dari 20 juta dolar AS.

Sidang akan dilanjutkan, Selasa (19/11) dengan agenda pembacaan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.