The news is by your side.

Rekomendasi Golkar: Penguatan Desa Adat, Sejahterakan Masyarakat

1

Oleh: Ari   |

Balicitizen.com, Denpasar – Kebijakan  pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di bidang adat, agama, seni dan budaya patut diapresiasi. Pasalnya, dengan diberlakukannya Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, sudah ada perhatian nyata melalui peningkatan anggaran di bidang adat, seni, dan

agama melalui APBD tahun 2019 Selain itu juga dibentuk secara tersendiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pemajuan Desa Adat.

Kendati demikian, pembangunan dan penguatan desa adat mesti juga diikuti oleh pembangunan maksimal di bidang kesejahteraan masyakat daerah Bali. Pandangan ini tertuang dalam rekomendasi di bidang Budaya DPD Golkar Bali kepada Pemerintah. Rekomendasi itu merupakan hasil Focus Group Discussion (FGD) Refleksi Akhir Tahun: Catatan Kritis Pembangunan Bali 2019.

“Sinergitas kedua kebijakan ini merupakan hal yang prinsip dan penting, karena walaupun adat kuat tetapi masyarakatnya tidak sejahtera

maka hal tersebut tidak maksimal. Begitu juga sebaliknya,” kata Plt. Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer di Denpasar, saat menyampaikan hasil FGD tersebut

DPD Golkar Bali menyampaikan sejumlah usulan dan solusi agar penguatan desa adat bisa linier dengan kesejahteraan masyarakat. “Pertama, memperkuat usaha-usaha ekonomi berbasis budaya Bali seperti Lembaga Perkreditan Desa  (LPD),” kata Demer.

Kedua, lanjut dia, mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa dan semangat entrepreneurship di kalangan generasi muda Bali dengan cara membangun kerjasama dengan seluruh Universitas Negeri maupun Swasta di Bali, antara lain dalam bentuk  Inklubator Bisnis Universitas. Di mana masing-masing universitas ditugaskan untuk merekrut,

melatih, dan membina calon entrepreneur tersebut.

Program ini perlu didukung Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan menyiapkan dukungan anggaran dana bergulir melalui APBD masing-masing, dan calon entrepreneur yang

direkomendasi oleh masing-masing Universitas dibantu melalui dana bergulir daerah.

“Apabila berkembang, didukung lebih lanjut oleh Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali dan lembaga-lembaga keuangan bank dan non-bank yang ada di Bali,” jelas Demer.

Hal ini penting dilakukan agar peluang-peluang usaha yang tumbuh dan berkembang di Bali sebagai dampak dari perkembangan pembangunan di bidang ekonomi dan budaya bisa ditangkap dan dikembangkan oleh generasi muda Bali yang pada akhirnya diharapkan berperan sebagai pilar ekonomi dan budaya Bali. Ari/Balicitizen

Berita Terkait
1 Comment
  1. marcella says

    ayo kunjungi qqharian. info , banyak promo menarik , ayo tunggu apa lgi , segera kunjungi qqharian.info

Leave A Reply

Your email address will not be published.