The news is by your side.

Saat 17 April Banyak Ngaben, PHDI Imbau Krama Bali Bisa Atur Waktu

0

Oleh: Angga Wijaya  |

Balicitizen.com, Denpasar – Tiga institusi besar di Bali yakni Pemprov Bali, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat Bali untuk mensukseskan Pemilu serentak 17 April 2019. 

Gubernur Koster dalam jumpa pers di  Jayasabha, Kamis (4/4) mengatakan, tingkat partisipasi pemilih di Bali cukup tinggi. Ini terlihat pada Pilgub beberapa waktu lalu di mana angka partisipasi pemilih sebesar 70%. 

“Pada Pemilu 2019 kami harapkan bisa terus meningkat angka itu, minimal 80%. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat Bali yang memiliki hak pilih untuk datang mencoblos di TPS wilayah masing-masing  memilih pemimpin bangsa yakni Presiden dan Wakil Presiden serta wakil rakyat di DPD, DPR dan DPRD,”  katanya.

Ia juga mengharapkan masyarakat Bali tidak golput karena hal itu tidak sehat dalam iklim demokrasi, sebab memilih bukanlah sekadar hak tapi merupakan kewajiban selaku warga negara yang bertanggung jawab.

Himbauan terkait Pemilu ini juga ditujukan kepada instasi pemerintah, perusahaan dan lembaga swasta untuk mendukung, mendorong dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melaksanakan hak pilihnya di TPS-TPS yang sudah ditentukan. 

Ditanya jika ada perusahaan yang mana karyawannya tetap bekerja pada hari pencoblosan Gubernur Koster menyarankan agar diberlakukan sistem shif. 

“Itu bisa dilakukan dengan pembagian waktu atau sistem shif. Jadi bergantian karyawan yang ke TPS,” ujarnya. 

Sementara itu, Bandesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Puthus Upadesha menyebut Pemilu adalah implemenatasi Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. 

“Desa Adat sebagai lembaga tradisional wajib membantu KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu agar tercipta suasana yang aman, nyaman dan damai. Kami telah menghimbau Bandesa Adat se-Bali untuk membantu pengaman di banjar masing-masing termasuk melibatkan Pecalang sebagai satuan pengamanan tradisional untuk membantu tugas aparat pemerintah,” pungkasnya. 

Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana dalam kesempatan tersebut menyinggung akan banyaknya upacara seperti Ngaben dan Piodalan di pura-pura di Bali saat hari pencoblosan 17 April 2019. 

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat bisa mengatur diri dan tidak melupakan kewajibannya untuk memilih di TPS masing-masing. 

“Dharmaning Agama tidak bisa dipisahkan dari Dharmaning Negara yakni memilih pemimpin. Buktikan Bali adalah tempat yang guyub di mana persatuan warganya tinggi, ” tutupnya. Ari/Balicitzen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.