The news is by your side.

Siswa yang Hilang 12 Hari di Gunung Piramid Ditemukan Tewas

0

Oleh: Riski Daniarta   |

Balicitizen.com, Bondowoso – Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, relawan,  dan masyarakat akhirnya menemukan siswa SMPN 04 Bondowoso, Toriq Riski Maulidan, yang hilang selama 12 hari di Bukit Piramid. Siswa ini ditemukan sudah meninggal dunia.

Korban ditemukan di salah satu jurang di kawasan Bukit Piramid, Jumat (5/7). Mayat itu diduga kuat adalah Toriq. Hari ini akan dilakukan proses evakuasi jenazah korban, Sabtu (6/7).

“Benar, kita menemukan sosok mayat yang diduga Toriq. Tetapi kita masih kesulitan untuk melakukan evakuasi karena kabut tebal dan angin kencang,” kata Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah.

Liburan Setelah UN, Dua Remaja Hilang di Gunung Bawakaraeng Kapolres mengemukakan, sesuai SOP, Tim SAR telah menghentikan pencarian terhadap Toriq pada Minggu (30/6) lalu. Untuk memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat, khususnya keluarga korban, tim gabungan berinisiatif untuk melanjutkan pencarian Toriq.

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri mengatakan, penemuan jenazah ini merupakan hasil dari pencarian anggota Wanadri bersama beberapa komunitas lainnya.

“Sejak Kamis (4/7), Tim SAR gabungan mulai bergerak untuk melakukan pencarian survivor kembali. Kabar dari anggota Wanadri Eko Wahyu Prasetyo, survivor telah ditemukan di Gunung Piramid bagian selatan dengan kondisi sudah tidak bernyawa,” tulis Wanadri dalam rilisnya.

Atas penemuan ini, tim gabungan melanjutkan pencarian dengan memanggil pihak-pihak tertentu yang punya kualifikasi untuk melakukan pencarian. Mereka terdiri dari gabungan Brimob, TNI, Wanadri, gabungan pecinta alam, dan instansi lain.

Kapolres mengaku, evakuasi akan dilanjutkan Sabtu (6/7) karena kondisi cuaca yang tidak mendukung untuk dilakukan evakuasi pada malam hari. “Hari ini akan kita evakuasi. Semoga saja kondisi cuaca mendukung untuk dilakukan evakuasi. Mohon doanya ya,” katanya.

Menurut Komandan Tim Operasi (Dantimops) SAR Bukit Piramid, Rudy Prahara, satu Search and Rescue Unit (SRU) dari Tim Basarnas sudah berangkat sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka terdiri dari Basarnas dan SAR Organisasi Pecinta Alam (OPA) Jember.

“Mereka menuju ke atas dan bergabung dengan SRU di atas yang terdiri dari Tim Wanadri, TNI, Polri, dan Gema Maha Peta (GMPT) Universitas Bondowoso,” kata Rudy Prahara.

Ia mengemukakan, mayat yang diduga Toriq berada di sisi kanan punggungan Bukit Piramid dari arah pendakian. Lokasi tersebut memiliki medan yang sulit dijamah karena sangat terjal dan rimbun. Dibutuhkan peralatan mountaineering yang memadai.

“Hasil dari koordinasi, banyak dibutuhkan peralatan panjat tebing atau mountaineering. SRU satu yang berangkat pagi tadi sudah membawa sejumlah peralatan mountaineering, seperti tali dan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang,” tuturnya.

Awal peristiwa ini terjadi ketika empat siswa SMPN O4 Bondowoso, di antaranya Toriq, Pungky, Riski, dan Safril, hendak mendaki Bukit Piramid di Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Minggu (23/6) lalu, pukul 07.00 WIB.

Namun saat turun bukit, sekitar pukul 17.00 WIB, Toriq terpisah dari rombongan. Ketiga temannya sudah berusaha mencari, namun kabut semakin tebal. Mereka akhirnya turun dan melaporkan hilangnya Toriq ke Polsek Curahdami. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.