The news is by your side.

Soal Impor Sampah, Susi: Sampah Kita Sudah Banyak, Masak Tambah Lagi

0

Oleh: Rosid   |

Balicitizen.com, Badung- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi terkait adanya sampah impor ke Indonesia. Menurutnya hal tersebut harusnya tidak boleh dilakukan.

“Iya mestinya tidak boleh impor sampah,” kata dia di Nusa Dua, Sabtu (13/7).

Susi mengatakan di Indonesia permasalahan masih ada. Selain itu jumlahnya juga banyak. Maka impor sampah nanti akan menambah maslah lagi.

“Sampah kita saja banyak, masak tambah impor (sampah) lagi,” katanya lagi.

Sebelumnya Susi Pudjiastuti memuji langkah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang menolak sampah kiriman atau impor. Ditengarai sampah-sampah tersebut berasal dari negara luar dan dikirim ke Indonesia.

“Apresiasi Bea cukai yang telah menahan masuknya sampah impor,” cuit Susi melalui akun resmi twitternya di @susipudjiastuti, pada Jumat, 14 Juni 2019 lalu.

Diberitakan Indonesiainside.id, Bea dan CukaiTanjung Perak, Jawa Timur, akan mengembalikan 58 kontainer sampah impor ke Amerika Serikat dan Jerman. Limbah kertas tersebut masih dalam proses pemeriksaan fisik sebelum dikembalikan ke negara asal.

Dugaan sementara, temuan itu terindikasi kontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah kertas yang diimpor dari negara-negara maju ini untuk 18 pabrik di Jawa Timur. Sampah impor ini terkontaminasi berbagai macam sampah rumah tangga, plastik, elektronik, dan limbah B3.

“Dari Amerika ada 38 kontainer, Jerman 20 kontainer,” kata Kepala Bea dan Cukai Tanjung Perak, Basuki Suryanto, Selasa (9/7).

Materi sampah impor di antaranya selang infus, kabel charge ponsel, kaleng bekas, popok bekas, sepatu, botol air mineral, remote control, compact disc bekas, dan pecahan kaca. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.