The news is by your side.

Soal Menteri dari Ketum Parpol, Jokowi: Yang Penting Bisa Membagi Waktu

0

Oleh: Arif S  |

Balicitizen.com, Jakarta –

Presiden Joko Widodo menyampaikan alasan mengenai pilihannya terhadap sejumlah menteri yang berasal dari partai politik (parpol) dalam Kabinet Indonesia Maju. Kali ini cukup banyak menteri yang berasal dari partai politik.

“Dari pengalaman lima tahun kemarin, baik ketua maupun yang bukan ketua partai, saya melihat yang paling penting adalah bisa membagi waktu.  Ternyata juga tidak ada masalah,” kata Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu siang (23/10).

Kabinet Indonesia Maju terdiri dari 34 menteri. Dari jumlah tersebut, 18 kursi di antaranya diisi sosok dari kalangan profesional bukan dari partai politik. Sedangkan 16 kursi diisi oleh sosok berlatar belakang parpol, bahkan 3 di antaranya adalah ketua umum parpol.

Ketiga ketua umum parpol tersebut adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Plt Ketua Umum PPP,  Suharso Manoarfa; dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Dari pengalaman itulah kita memutuskan, bahwa baik ketua partai maupun yang ada di struktur partai bisa merangkap,” ungkap presiden.

Pada kabinet periode lalu, Jokowi sempat menyampaikan ‘larangan’ ketua umum partai untuk merangkap jabatan di kabinet. Namun dalam perjalanan kemudian, Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai ketua umum Golkar masuk kabinet sebagai menteri perindustrian tanpa melepas jabatan di partai.

Sebelumnya Joko Widodo pernah menyatakan porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah sebanyak 55 persen dan dari parpol sebanyak 45 persen. Ternyata ada seedikit perubahan, menteri dari kalangan profesional 53 persen dan menteri dari parpol sebanyak 47 persen. Ari/INI/Balicitizen

 

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.