The news is by your side.

Soal Proyek Pelabuhan Benoa, Gendo: Seharusnya Sejak Lama Gubernur Bersikap

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Sikap Gubernur Bali I Wayan Koster yang memohon proyek perluasan Pelabuhan Benoa dihentikan dianggap sikap yang sangat terlambat. Bagaimana tidak, proyek sudah berjalan sampai 88 persen. Namun demikian sikap ini perlu diapresiasi daripada gubernur tak melakukan apa-apa.

I Wayan Gendo Suardana selaku Koordinator umum ForBALI) memberikan sikap atas langkah gubernur ini.

“Surat yang disampaikan Gubernur Koster ke Pelindo III Benoa patut diapresiasi. Setidaknya pemerintah sekarang memberi harapan untuk melakukan kontrol terhadap pembangunan yg tidak memperhatikan keberlanjutan pulau Bali yg sedemikian kecil ini,” kata Gendo.

Dalam hal ini kata dia sikap Gubernur sejalan dengan sikap ForBALI. Walaupun sikap Gubernur Bali terkesan terlambat tapi  terpaksa harus dihargai karena terlambat lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali.

“Hal ini mengingat bahwa surat Gubernur adalah terkait pelanggaran AMDAL yang berdampak pada rusaknya ekosistem di teluk Benoa, yaitu tidak dibangunnya tanggul penahan/revetment dan tidak dipasangnya Silt Screen sesuai Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) pada dokumen AMDAL,” paparnya.

Seharusnya jika berpedoman pada dokumen AMDAL dan pelanggarannya adalah terkait teknis tidak dibangun tanggul dan tidak ada silt screen sesuai AMDAL, seharusnya sudah bisa dari lama Gubernur bersikap, mulai dari memberi peringatan sampai pemberhentian. “Artinya tidak perlu sampai menunggu 88,81% proyek selesai,” tegasnya.

Menurutnya, surat Gubernur Bali ini dan keterangan persnya juga membuka satu fakta penting Bahwa dalam proyek reklamasi Pelindo III ada pelanggaran AMDAL. “Selama ini sangat tertutup informasi pelanggaran ini termasuk dari BLH Bali, bahkan ForBALI melalui WALHI Bali dihambat mendapatkan dokumen AMDAL oleh Pelindo III, kendati sudah memenangi sengketa informasi publik,” terangnya.

Pihaknya pun jadi bertanya, apakah karena Pelindo tahu mereka melakukan pelanggaran AMDAL, sehingga mereka menutupi informasi dokumen AMDAL reklamasi? “Saya menduga ini ada hubungannya.

Mungkin jika kami tahu dokumen AMDAL lebih awal, maka pelanggaran AMDAL yang dilakukan Pelindo III sudah terkuak dari awal dan tidak perlu sampai menunggu 88,81% proyek berjalan, barulah publik mengetahui situasi buruk ini,” jelasnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.