The news is by your side.

Somvir Enggan Lapor Balik, Pilih Tawarkan Yoga ke Musuh Politiknya

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Politikus Partai Nasdem Dr Somvir enggan ambil pusing laporan yang dialamatkan kepadanya. Dia juga tidak mau lapor balik atas kasus tersebut, dan lebih memilih mengajak musuh politiknya untuk ikut yoga, sebagaimana bidang yang kini ditekuninya.

Somvir adalah caleg terpilih partai Nasdem, sesaat setelah pengumuman dia terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Bali, dia dilaporkan ke Bawaslu Bali oleh seorang warga bernama Gede Suardana. Jika terbukti bersalah dia bahkan terancam gagal jadi caleg. Terkait hal ini, Somvir enggan berspekulasi dan bahkan enggan juga lapor balik.

“Saya tidak akan lapor balik, karena itu sahabat-sahabat saya semua. Jika sementara ini mungkin mereka kecewa, tapi setelah ini akan damai semua,” kata Somvir ditemui Balicitizen.com usai diperiksa di kantor Bawaslu Bali, Kamis (4/7) hari ini.

Dia bahkan menawarkan bagi siapa saja yang tak puas dengan dirinya, untuk bertemu dengannya. Dia juga menawarkan untuk mengajak yoga yang saat ini ia tekuni. “Kalau ada yang terus-terusan, belajarlah yoga,” paparnya menawarkan solusi.

“Saya dizalimi terus, tapi saya terima semua kerikil dan batu-batu itu dengan senyum,” ungkap pria asal India yang sudah 25 tahun menetap di Bali ini.

Dr. Somvir sebelumnya dilaporkan oleh Gede Suardana atas dugaan pemalsuan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) Pemilu Legislatif 2019. Dalam laporan dana kampanye Partai NasDem, Dr. Somvir tidak melampiri LPPDK dengan laporan pencatatan seluruh penerimaan dan pengeluaran dana Kampanye.

Dr Somvir juga disebutkan tidak menyajikan

semua penerimaan dan pengeluaran dana kampanye dalam bentuk uang, barang, dan jasa. Bahkan tidak terdapat bukti pengeluaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, pada masa kampanye banyak ditemukan alat peraga Kampanye atas nama Dr. Somvir, seperti baliho, spanduk, specimen surat suara pemilu, kartu nama maupun Stiker, yang banyak terpasang dan tersebar di masyarakat. Pengadaan alat peraga kampanye itu tentu membutuhkan biaya, hal itulah yang menjadi dasar pelapor melaporkan Dr Somvir ke Bawaslu Bali atas dugaan penyalahgunaan laporan dana pemilu. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.