The news is by your side.

Susi Pudjiastuti Lepas Bayi Lobster yang Kelak Bernilai 10 Juta Dolar

0

Oleh: Rosid  |

Balicitizen.com, Denpasar – Meneteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudijastuti melepas sekitar 170 ribu lebih benih lobster di Perairan Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (13/7). Jumlah tersebut merupakan hasil tangkapan di Lampung dan Jambi yang totalnya mencapai 870 ribu bayi lobster.

Susi mengatakan dari jumlah 870 ribu ekor tersebut jika hidup dan sampai besar setengahnya nilainya bisa mencapai 400 ribu ekor. Dengan asumsi satu ekor beratnya mencapai setengah kilogram maka bisa menjadi 400 ton. Jika diuangkan nilainya bisa mencapai 10 juta US Dolar. Namun, jika dijual saat masih bayi atau kecil hanya bernilai 3 ribu hingga Rp 10 ribu.

Dengan pelepasliaran diharapkan lobster tumbuh besar dan diambil manfaaatnya oleh nelayan lokal.

“Mudah-mudahan (yang kita) sebar di Padang, kemudian di Nusakambangan, Nusa Penida Nusa Dua, Mudah-mudahan bisa tumbuh besar diambil dan di panen oleh nelayan. Karena lobster itu memang suka daerah karang begitu kan,” katanya, Sabtu (13/7).

Ia mengatakan penyelundupan lobster mulai marak sejak tahun 1995 di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, kini hampir merata di wilayah Indonesia untuk pengambilan bayi lobster secara ilegal. Kini sudah dilarang karena bisa mengancam kepunahan lobster. Ia mencontohkan negara Vietnam yang ekspor lobsternya terus menurun karena maraknya penyelundupan bayi lobster.

“Dulu tidak ada yang tangkap dari tahun 1995 sudah mulai di ambil di Lombok. Sekarang kemana-mana, iya kita mulai larang dan kelihatan dari Vietnam turunnya jauh sekali ekspor dia. Kita mulai naik ekspornya,” katanya.

“Saya berharap semua sadar, untuk tidak mengambil bibit-bibit lagi. Kalau tidak nanti punah habis,” imbuhnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.