The news is by your side.

Tahukan Anda Profesi ‘white hat hacker’? Gajinya Capai Miliaran Rupiah

0

Oleh: Anisa Tri K  |

Balicitizen.com, Jakarta – Selama ini kita paling sering mendengar kata hacker atau peretas, mungkin hal pertama yang terlintas di pikiran kita adalah seseorang yang pandai menggunakan celah keamanan teknologi untuk mengambil keuntungan.

Sejujurnya, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya salah. Orang yang melakukan hal tersebut masuk dalam kategori hacker jahat atau terkenal sebagai ‘black hat hacker’. Namun, ada juga hacker yang baik yang dikenal sebagai ‘white hat hacker’.

Apa Itu White Hat Hacker?

Jika black hat hacker melakukan peretasan dengan cara yang negatif, berkebalikan dengan White hat hacker. Tugas mereka adalah mencari celah keamanan dari sebuah teknologi, baik dari sisi piranti lunak maupun dari sisi piranti keras. Setelah menemukan bug tersebut, mereka lantas memberi tahu perusahaan tersebut untuk segera menambal celah keamanannya.

Baru-baru ini sekelompok white hat hacker baru saja memecahkan rekor pendapatan. Kelompok peretas tersebut dikabarkan baru saja memecahkan penghasilan sebesar USD1 juta atau sekira Rp14,1 miliar hanya dari mencari bug.

Wccftech melaporkan, para peretas yang tergabung dalam program HackerOne tersebut sudah melaporkan hampir lima ribu bug.

Enam orang dilaporkan sudah mendapatkan uang dengan jumlah tersebut. Yang pertama adalah Santiago Lopez (@try_to_hack), seorang pria berusia 19 tahun berkebangsaan Argentina.

Kemudian, Mark Litchfield (@mlitchfield) dari Inggris, Frans Rosen (@fransrosen) dari Swedia, Nathaniel Wakelam (@nnwakelam) dari Australia, Ron Chan (@ngalog) dari Hong Kong, dan Tommy DeVoss (@dawgyg) dari AS.

HackerOne menulis, bahwa Santiago telah melaporkan hampir 2.000 kerentanan unik yang valid untuk perusahaan seperti Verizon, Twitter, WordPress, dan HackerOne.

“Dia secara konsisten berada di puncak papan peringkat HackerOne, mencapai persentil ke-91 untuk sinyal dan persentil ke-84 untuk dampak, yang menempatkannya di peringkat ke-2 secara keseluruhan di platform dengan skor reputasi lebih dari 45.000,” tulis perusahaan itu.

“Saya berharap prestasi kami akan mendorong peretas lain, baik tua dan muda untuk menguji keterampilan mereka, menjadi bagian dari komunitas pendukung kami, menyapu beberapa pundi-pundi ekstra di sepanjang jalan dan membuat internet menjadi tempat yang jauh lebih aman bagi orang-orang,” Tulis perusahaan itu.

Tertarik untuk menjadi seorang peretas topi putih? Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.