The news is by your side.

Terdakwa Ini Pilih Dihukum Mati daripada Dikebiri

0

Oleh: Rizki Daniarto  |

Balicitizen.com, Mojokerto – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya memutuskan hukum kebiri terhadap Aris, 20 tahun lantaran terbukti bersalah melakukan tindakan asusila kepada anak di bawah umur.

Atas putusan itu, Aris mengaku memilih dihukum mati saja daripada harus dikebiri.

Warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto ini sebelumnya divonis Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, hukuman pidana 12 tahun, denda Rp100 juta, dan hukuman tambahan kebiri kimia. Vonis hukuman pidana tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019.

Aris merasa hukuman yang dijalaninya saat ini dengan ditempatkan di sel isolasi Lapas Klas II B Mojokerto sudah setimpal. “Saya lebih baik mati daripada dihukum kebiri kimia,” katanya, Senin (26/8).

Aris mengaku, dirinya tidak akan melakukan upaya hukum lainnya termasuk peninjauan kembali (PK). “Saya siap jalani vonis hakim, asal jangan dikebiri,” tuturnya.

Menurut pengakuannya, tindak asusila yang dilakukannya disebabkan ada keinginan begitu saja yang muncul di benaknya. “Saya merasa feel gitu saja pas lihat. Jadi langsung saya lakukan. Kayak kemasukan setan saya,” katanya dengan kepala tertunduk.

“Saya menyesal atas perbuatan saya, tapi saya menolak jika dihukum kebiri. Walaupun dipaksa, saya tetap menolak. Lebih baik dihukum mati. Dikebiri menderitanya seumur hidup. Atau hanya 20 tahun (penjara), itu juga sudah setimpal atas perbuatannya saya,” katanya.

Dia juga menampik jika telah melakukan pemerkosaan terhadap anak sebanyak sembilan kali. “Seingat saya, hanya dua kali saya melakukan perbuatan itu. Dulu saya mengaku sembilan kali di hadapan penyidik itu saya hanya mengingat-ingat dan masih bingung,” ucapnya.

Aris melakukan aksinya dengan mengiming-imingi korban makanan ringan. Kemudian mengajak korban ke tempat sepi dan langsung melancarkan aksinya. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.