The news is by your side.

Tomy Winata Berikan Kesaksian di PN Denpasar dalam Kasus Penggelapan

0

Oleh: Hari Santosa  |

Balicitizen.com, Denpasar – Pengusaha nasional dan kakap Tomy Winata hadir ke Pengadilan Negeri Denpasar untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus penggelapan yang menelan kerugian hingga Rp 20 miliar.

Selain Tomy, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kali ini menghadirkan saksi terkait kasus kasus penggelapan dan keterangan palsu yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp.20 miliar.

saksi lain yang dihadirkan Jaksa Ketut Sujaya, SH, adalah kuasa hukum Tomy Winata.

Dihadapan ketua majelis hakim Soebandi,SH.MH, pengusaha yang terkenal dengan panggilan TW itu memaparkan kasus yang membelitnya.

“Alasan kami bukan hanya menagih hak tagih kami, tapi adalah bahwa Indonesia itu ada kepastian hukum terhadap seorang investor. Dengan adanya kepastian hukum terhadap inovestor, maka investor akan banyak masuk,” kata TW di PN Denpasar, Selasa 2 Desember 2019.

Kehadirannya dalam kasus ini, TW melanjutkan, dapat menjadi jaminan kepastian hukum dan keamanan bagi investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

“Harapan saya, itu menjadi jaminan bahwa Indonesia itu aman dan nyaman bagi investor, baik nasional maupun internasional, khususnya di Bali,” tuturnya.

Hal itulah yang membuat ia memutuskan untuk hadir langsung dalam persidangan tersebut. Itulah sebabnya dirinya datang sendiri untuk permasalahan ini demi rasa keamanan, keadilan dan kepastian hukum.

“Kami harapkan dalam hal pengadilan ini, itu juga ada jaminan bahwa apapun bagi pengusaha yang sudah legal sesuai hukum yang diperjanjikan tidak bisa dipermainkan sewenang-wenang,” katanya.

Untuk diketahui sebagaimana tertuang dalam dakwaan, Harijanto yang sebelumnya dikabarkan jadi orang dekat dari bos TW itu, diduga telah melakukan praktik memanipulasi administrasi hukum dalam bentuk kepemilikan saham, yang dipindahkan dalam masa dianggunkan bersama sang kakak Hartono Karjadi.

Tidak tanggung – tanggung, dalam dugaan praktik ini pihak Bank Sindikasi sebagai dibitur kecolongan ratusan miliar rupiah. Harijanto Karjadi diamankan oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah bandara Malaysia, Rabu (31/7) malam.

Saat itu ia hendak kabur ke Hongkong mengikuti sang kakak yang telah berhasil lolos. Sedangkan Hartono Karjadi masih dalam pengejaran polisi dan telah masuk DPO.

Kasus ini masih akan terus bergulir. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.