The news is by your side.

Waspada Pembajakan Email, Bule Kanada Tertipu Rp 1 Miliar

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Seorang Warga asal Kanada, Kristoff menjadi korban pembajakan email (Email Hijacking). Ia mengalami kerugian Rp 1 miliar dalam transaksi pembelian tanah. Terkait kasus ini, polisi menangkap dua orang pelaku, Sofani (34) asal Yogyakarta dan Ricardus (30) beralamat di Jakarta Barat.

Kasus yang mungkin baru kali pertama terjadi di wilayah hukum Polda Bali ini berawal saat Kristoff berencana membeli sebidang tanah di Bali seharga Rp 1, 3 miliar pada 22 Februari 2019. Ia pun berhubungan dengan salah satu notaris di Badung. “Setelah menjelaskan mengenai surat perjanjian termasuk pembayaran dengan cara transfer, pihak notaris memberikan nomor rekening kepada korban,”ujar Direktur reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, Senin (9/9).

Pada 14 Maret 2019, korban mentransfer Rp 340 juta dan bukti transfer dikirim ke email notaris. Besoknya, Kristoff menerima balasan dari email yang sama. “Tapi, dalam balasan email itu terdapat nomor rekening berbeda atas nama seseorang berinisial K,”ungkapnya.

Sayangnya, korban tidak melakukan konfirmasi kepada notaris terkait nomor rekening berbeda itu. Ia pun tiga kali melakukan transfer dengan total uang Rp 1 miliar. “Saat mengirim pesan melalui whatsapp untuk menanyakan uang pembayaran, pihak notaris menyebut hanya menerima uang Rp 340 juta dan tidak pernah mengganti rekening. Dari sini akhirnya diketahui ada pembajakan email kemudian kasusnya dilaporkan,”beber Yuliar Kus Nugroho.

Setelah ditelusuri, uang Rp 1 miliar itu masuk ke rekening Sofani kemudian ditransfer lagi ke rekening Ricardus. Setelah ditangkap dan diinterogasi, kedua pelaku mengaku hanya sebatas menampung.” Kedua pelaku ini hanya sebatas penampung dan mereka mengaku tidak saling mengenal. Tapi, mereka juga dapat bagian Rp 25 juta sehingga ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih telusuri pelaku utama,”tegasnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.