The news is by your side.

Wisman ke Bali Kini Didominasi Anak Muda, Kerugian atau Keuntungan untuk Bali?

0

Oleh: Ari  |    

Balicitizen.com, Denpasar – Pemprov Bali kini mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang selama ini didominasi wisatawan yang secara umur sudah mapan, mulai bergeser. Kunjungan kini mulai didominasi anak muda.

Wisman anak muda ini tidak banyak membelanjakan uangnya untuk barang-barang di Bali seperti barang kerajinan misalnya.

Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjadi pembicara pada Talk Show dalam Trade, Tourism and Invesment Forum Tahun 2019 yang berlangsung di Garuda 5 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Banten.

Dalam kesempatan itu, wagub yang akrab disapa Cok Ace ini memaparkan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Daerah Bali.

Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain menurunnya kualitas wisatawan. Menurutnya, belakangan yang datang berkunjung lebih didominasi anak-anak muda yang ke Bali hanya untuk menambah pengalaman, sehingga kenaikan jumlah kunjungan tak begitu berpengaruh pada pertumbuhan industri kerajinan. Selain itu, Bali juga harus menghadapi makin banyaknya pesaing. “Sebelumnya pesaing kami antara lain Thailand, Malaysia dan Singapura. Belakangan sejumlah negara seperti Laos, Vietnam dan Birma juga gencar promosi,” ucapnya.
Tantangan lain yang dihadapi Bali adalah makin menyusutnya lahan pertanian yang sebenarnya menjadi bagian dari sektor pariwisata. Setiap tahunnya, penyusutan lahan pertanian mencapai 1.000 hektare. “Ini menjadi kekhawatiran kami, karena yang dikembangkan di Bali adalah pariwisata budaya yang berbasis pertanian. Kalau lahan pertanian makin menyusut, kami khawatir juga,” imbuhnya. Oleh sebab itu, Pemprov Bali menempuh kebijakan dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Peraturan ini dimaksudkan untuk mendorong fanatisme masyarakat Bali untuk memanfaatkan produk lokal, khususnya hasil pertanian. Kebijakan ini diharapkan membangkitkan kembali sektor pertanian Bali. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.