Misi antariksa BepiColombo kini memasuki salah satu tahap terpenting dalam perjalanan panjangnya menuju Merkurius. Dua wahana pengorbit ilmiah dalam misi gabungan Eropa dan Jepang akan berpisah dari modul pemindah yang selama ini menyediakan tenaga dan sistem pendorong dalam perjalanan menuju planet terdekat dengan Matahari.
BepiColombo menempuh lintasan panjang, berliku, dan kompleks untuk mencapai Merkurius. Setelah perjalanan bertahun-tahun melintasi Tata Surya bagian dalam, misi tersebut kini mendekati tahap akhir sebelum kedua wahana ditempatkan pada orbit ilmiah masing-masing.
Dua Wahana Pengorbit BepiColombo Bersiap Berpisah
BepiColombo membawa dua wahana ilmiah utama. Wahana pertama adalah Pengorbit Planet Merkurius yang dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa. Wahana kedua adalah Pengorbit Magnetosfer Merkurius, yang juga dikenal dengan nama Mio dan dikelola oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang.
Kedua wahana tersebut akan berpisah dari Modul Pemindah Merkurius, komponen yang menyediakan tenaga dan daya dorong selama perjalanan antarplanet.
Setelah proses pemisahan berlangsung, tim pengendali misi akan berupaya mendapatkan kembali sinyal dari kedua wahana yang telah terbang secara mandiri. Komunikasi tersebut sangat penting untuk memastikan kondisi wahana sekaligus memverifikasi bahwa proses pemisahan berlangsung sesuai rencana.
Pemisahan Menjadi Awal Tahap Kedatangan
Pemisahan dari modul pemindah bukan berarti kedua pengorbit langsung menempati orbit akhir di sekitar Merkurius. BepiColombo masih harus menjalani serangkaian proses rumit sebelum kegiatan ilmiah dapat dimulai secara penuh.
Pada tahap berikutnya, kedua pengorbit akan ditangkap oleh gravitasi Merkurius dalam keadaan masih saling terhubung.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Pengorbit Planet Merkurius kemudian akan melepaskan Mio menuju orbit akhirnya. Mio dirancang menempati orbit sangat lonjong dengan jarak terdekat sekitar 590 kilometer dari Merkurius dan jarak terjauh sekitar 11.640 kilometer.
Setelah Mio dilepaskan, Pengorbit Planet Merkurius akan mulai bergerak menuju lintasan orbit yang telah ditentukan untuk menjalankan tugas ilmiahnya.
Pengorbit Akan Memetakan Permukaan Merkurius
Orbit akhir Pengorbit Planet Merkurius juga berbentuk lonjong, dengan ketinggian antara sekitar 480 kilometer hingga 1.500 kilometer di atas permukaan planet. Setelah mencapai posisi tersebut dan menyelesaikan seluruh tahap persiapan, wahana akan memasuki fase penelitian ilmiah.
Program penelitian BepiColombo direncanakan berlangsung setidaknya selama satu tahun Bumi. Nama BepiColombo diambil dari Giuseppe “Bepi” Colombo, seorang matematikawan dan insinyur yang memberikan kontribusi penting terhadap penelitian Merkurius serta pengembangan metode penerbangan antarplanet.
Menyelidiki Komposisi dan Medan Magnet Merkurius
Kedua wahana memiliki tugas berbeda, tetapi dirancang untuk saling melengkapi. Pengorbit Planet Merkurius akan memetakan permukaan planet secara terperinci, sedangkan Mio akan berfokus mempelajari magnetosfer atau wilayah di sekitar Merkurius yang dipengaruhi oleh medan magnetnya.
Menurut Badan Antariksa Eropa, penelitian bersama kedua wahana diharapkan membantu ilmuwan memahami Merkurius, yang masih menjadi salah satu planet paling sedikit dieksplorasi di Tata Surya bagian dalam.
“BepiColombo akan membuat peta lengkap Merkurius pada berbagai panjang gelombang,” menurut penjelasan Badan Antariksa Eropa mengenai misi tersebut.
Pengamatan itu juga akan digunakan untuk mempelajari kandungan mineral dan komposisi unsur Merkurius, sekaligus menyelidiki struktur bagian dalam planet.
“Misi ini akan memetakan mineralogi dan komposisi unsur planet, menentukan apakah bagian dalam planet masih cair atau tidak, serta menyelidiki luas dan asal-usul medan magnet Merkurius,” jelas Badan Antariksa Eropa.
BepiColombo Membuka Babak Baru Eksplorasi Merkurius
Dengan dua wahana pengorbit yang membawa perangkat ilmiah berbeda, BepiColombo diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai permukaan, struktur bagian dalam, lingkungan magnetik, dan sejarah evolusi Merkurius.
Pemisahan kedua wahana menjadi awal dari rangkaian proses kompleks sebelum penelitian utama dimulai. Jika seluruh manuver berjalan sesuai rencana, misi gabungan Eropa dan Jepang ini dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan penting mengenai Merkurius dan memberikan pemahaman baru tentang planet yang berada paling dekat dengan Matahari.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Komputer Kuantum Atom Netral Terintegrasi Pertama Jepang, Shunkai, Mulai Beroperasi
China Gelar World Humanoid Robot Games, 2.056 Robot Siap Bersaing di Beijing
Awan Batu Menguap dan Samudra Magma Diduga Menyelimuti Eksoplanet Misterius Jenis Sub-Neptunus