Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan kelas frontier terbaru yang dirancang untuk menangani tugas kompleks dan berdurasi panjang. Model ini mencatat hasil kuat dalam sejumlah pengujian industri, termasuk rekayasa perangkat lunak, otomatisasi, pemahaman video, pekerjaan profesional, dan keamanan siber.
Kehadiran Argon memperketat persaingan dengan OpenAI dan Anthropic yang secara rutin meluncurkan model AI generasi terbaru. Google sebelumnya relatif lebih tenang setelah seri Gemini 3 belum memberikan hasil seperti yang diharapkan perusahaan.
Gemini 4 Argon Dirancang untuk Tugas Kompleks
Gemini 4 Argon dikembangkan untuk menangani pekerjaan jangka panjang dalam pengembangan perangkat lunak, pekerjaan berbasis pengetahuan di lingkungan perusahaan, serta keamanan siber.
Namun, ketersediaannya untuk sementara masih terbatas. Google pada tahap awal menyediakan Argon kepada sejumlah profesional pertahanan keamanan siber melalui Fairwind Program sambil menyelesaikan pengujian keselamatan tambahan sebelum memperluas akses.
Salah satu peningkatan terbesar terdapat pada batas keluaran model. Google menaikkan kapasitas maksimum dari 64.000 token menjadi 1 juta token.
Menurut Google, peningkatan tersebut memberikan ruang bagi model untuk menjalankan rangkaian penalaran yang jauh lebih panjang dan menyelesaikan pekerjaan rumit tanpa harus membaginya menjadi beberapa proses terpisah.
Argon Catat Skor Tinggi dalam Sejumlah Benchmark
Dalam DeepSWE v1.1, pengujian yang mengukur kemampuan AI menyelesaikan tugas rekayasa perangkat lunak jangka panjang, Gemini 4 Argon memperoleh skor 77,9%.
Model tersebut juga mencatat skor 51,3% pada AutomationBench milik Zapier dan 91,7% pada LVBench, yang mengukur kemampuan memahami konten video berdurasi panjang.
Google menyatakan Argon juga memimpin Vals Index, evaluasi yang mengukur kinerja AI dalam pekerjaan bernilai ekonomi, termasuk bidang keuangan, hukum, perpajakan, dan pengembangan perangkat lunak.
Secara keseluruhan, Argon mengungguli GPT-6 Astra dari OpenAI dan Claude Opus 5.5 dari Anthropic dalam beberapa benchmark utama yang digunakan untuk membandingkan kemampuan model AI.
Google Gunakan Argon Secara Internal
Google menyebut Gemini 4 Argon telah digunakan secara luas di lingkungan internal perusahaan. Ribuan karyawan dilaporkan menguji model tersebut untuk pemrograman, penelitian, dan penulisan.
Beberapa contoh penerapannya mencakup optimalisasi algoritma kuantum, peningkatan penggunaan memori pusat data, serta migrasi kode dalam skala besar dari C dan C++ ke Rust.
Penggunaan tersebut menunjukkan fokus Google dalam mengembangkan Argon untuk pekerjaan teknis yang membutuhkan pemrosesan informasi dalam jumlah besar dan penyelesaian berbagai tahapan secara berkelanjutan.
Kemampuan Keamanan Siber Menjadi Fokus
Keamanan siber menjadi salah satu kemampuan utama yang ditonjolkan pada Gemini 4 Argon. Google menyatakan model tersebut dapat secara otonom menemukan, memvalidasi, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak.
Tim Wiz milik Google telah menggunakan Argon melalui program Scan for Good.
Dalam CWE-bench v1, benchmark yang mengukur kemampuan model memperbaiki kerentanan perangkat lunak, Argon mencatat skor 68% dan berada di posisi teratas bersama model lain dengan skor yang sama.
Kemampuan tersebut memperlihatkan potensi penggunaan AI untuk membantu proses identifikasi, verifikasi, dan penanganan kelemahan keamanan dalam perangkat lunak.
Harga Gemini 4 Argon Dibuat Kompetitif
Google juga menerapkan strategi harga agresif untuk memperkuat persaingannya dengan OpenAI dan Anthropic.
Pada periode awal, Gemini 4 Argon dibanderol US$2 per satu juta token masukan dan US$10 per satu juta token keluaran. Token masukan yang tersimpan dalam cache mendapatkan potongan harga sebesar 95%.
Setelah periode perkenalan berakhir, tarif akan meningkat menjadi US$4 per satu juta token masukan dan US$20 per satu juta token keluaran.
Dengan kapasitas keluaran hingga 1 juta token, hasil kompetitif dalam sejumlah benchmark, kemampuan keamanan siber, serta struktur harga yang agresif, Gemini 4 Argon memperkuat posisi Google dalam persaingan model AI kelas frontier untuk pengembangan perangkat lunak dan kebutuhan perusahaan.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Produsen Android Siapkan Ponsel Unggulan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6
KDE Plasma 6.8 Memasuki Pengujian Beta Publik dengan Beragam Fitur Baru
Huawei Perkenalkan Deretan Perangkat Unggulan Terbaru dalam Acara “Mengejar Kebebasan” di Munich