BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga pada 9 persen |  Ekonomi

Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga pada 9 persen | Ekonomi

Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga utama sebesar 9%. Dengan ini, bank sentral menanggapi keinginan presiden Turki untuk menurunkan suku bunga menjadi kurang dari 10 persen sebelum akhir tahun.

Ini adalah saat Turki berjuang dengan inflasi tinggi yang telah melebihi 84% setiap tahun. Kenaikan harga di negara tersebut dipicu oleh sikap Presiden Recep Tayyip Erdogan yang tidak biasa.

Dengan suku bunga yang lebih rendah, presiden Turki ingin membuat investasi lebih menarik dan dengan demikian meningkatkan perekonomian. Menurutnya, meminjam uang akan menjadi lebih menarik bagi konsumen Turki.

Tetapi sebagian besar ekonom percaya bahwa ketika inflasi naik, suku bunga harus naik. Suku bunga yang lebih tinggi membuat orang menghabiskan lebih sedikit uang. Akibatnya, ada sedikit permintaan barang dan jasa dan harga yang lebih rendah.

Erdogan mengumumkan pada hari Kamis bahwa populasi upah minimum Turki akan meningkat secara signifikan tahun depan. Pemerintah Turki menaikkan upah minimum sebesar 55 persen.

Dengan demikian, gaji bersih bulanan minimum akan menjadi 8.500 lira pada tahun 2023, yaitu sekitar 427 euro. Menurut Menteri Tenaga Kerja Turki, sekitar sepertiga dari populasi pekerja menerima upah minimum.

Pemerintah Turki ingin mengurangi tekanan pada penduduk yang harus menghadapi kenaikan biaya hidup dengan kenaikan tersebut.

READ  Tak seorang pun di Derna yang tidur di luar lagi, namun ada banyak pertanyaan mengenai rekonstruksi di Libya