BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

El Salvador mengatakan telah menangkap lebih dari 140 anggota geng di kota yang diperangi |  Luar negeri

El Salvador mengatakan telah menangkap lebih dari 140 anggota geng di kota yang diperangi | Luar negeri

Pemerintah El Salvador melaporkan telah menangkap lebih dari 140 tersangka anggota geng di Soyapango dalam waktu kurang dari dua hari. Sepuluh ribu tentara dan agen telah mengepung kota itu sejak Sabtu, dan dengan demikian kota itu benar-benar terputus dari dunia luar.

Aksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan keras Presiden Najib Bukele melawan kekerasan geng di negara Amerika Tengah itu. Bukele sendiri telah melaporkan 140 penangkapan di Twitter dan menyatakan bahwa seluruh wilayah dikuasai oleh pemerintah.

10.000 tentara dan agen menggeledah semua rumah di Soyapango. Soyapango adalah pinggiran ibu kota, San Salvador. Ini adalah wilayah terpadat di negara ini.

Meski ditangkap, pengepungan Soyapango masih jauh dari selesai. Pihak berwenang tidak mengatakan berapa lama pengepungan kota akan berlangsung. Menteri Pertahanan Rene Merino berjanji, “Kami tidak akan meninggalkan Soyapango sampai kami menangkap anggota terakhir geng tersebut.”

Presiden Bukele mengumumkan keadaan darurat di El Salvador pada bulan Maret untuk menahan kekerasan geng. Sejak itu, 58.000 orang telah ditangkap. Negara ini melihat sekitar 1.150 pembunuhan pada tahun 2021, atau 18 pembunuhan per 100.000 penduduk.

Pendekatan garis keras ini telah dikritik keras oleh organisasi hak asasi manusia dan PBB. Media Salvador melaporkan bahwa penangkapan sewenang-wenang terjadi secara teratur.

Menurut jajak pendapat di negara itu, mayoritas penduduk mendukung pendekatan Bukele. Tetapi survei ini tidak dapat diandalkan. Di El Salvador, kebebasan pers berada di bawah tekanan berat. Selain itu, politik Salvador terkenal dengan korupsi dan propaganda.