Ilmuwan Australia telah menemukan fosil ikan yang hidup lebih dari 380 juta tahun lalu. Hewan itu memiliki gigi tajam dan sirip panjang yang digunakan sebagai anggota badan. Ia juga bisa menghirup udara, hal yang tidak biasa bagi ikan.
Fosil ikan ditemukan di Australia pada tahun 1973. Bagian dunia ini terlihat sangat berbeda 385 juta tahun yang lalu. Para peneliti menulis bahwa sudah ada sungai tempat ikan bisa berenang Jurnal Paleontologi Vertebrata.
Para ilmuwan tidak dapat mengidentifikasi hewan tersebut sampai lima puluh tahun kemudian dan memberinya tempat di dunia hewan. Ikan tersebut kini diberi nama Harajicadectes zhumini. Artinya seperti “gigitan harajika”, diambil dari nama tempat di Australia di mana fosil tersebut ditemukan. Ini mungkin merupakan nenek moyang amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
Harajicadectes memiliki panjang sekitar 40 cm, tetapi mungkin merupakan predator puncak di wilayahnya. Mulutnya yang relatif besar berisi beberapa baris gigi tajam dan gigi taring besar.
Dua celah besar di atas kepalanya sangat menarik perhatian. Dia mungkin menggunakannya untuk bernapas ketika dia muncul ke permukaan. Hal ini menjadikan ikan salah satu hewan pertama yang bisa menghirup udara.
Ikan ini juga mempunyai sirip yang sangat panjang, yang berfungsi hampir seperti lengan dan kaki. Dia bahkan mungkin bisa memahami berbagai hal dengan itu. Mamalia sering kali memiliki tangan dan kaki, namun sangat jarang pada spesies lain.


Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark