Dalam keterangannya, Erlanga Hartarto mengatakan perusahaan Jepang tersebut telah menginvestasikan Rp 11,3 triliun pada tahun 2021 dan berencana untuk memperluas produksinya di negara Asia Tenggara itu.
Pernyataan tersebut mengutip CEO Mitsubishi Motors Takao Kato yang mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk memproduksi mobil listrik hybrid dan mobil listrik baterai di Indonesia.
Dia mengatakan Mitsubishi menargetkan peningkatan kapasitas ekspor dari Indonesia menjadi 72.000 unit pada tahun ini dan 98.000 unit pada 2024 dari 42.000 unit pada 2021.
Airlangga bertemu dengan eksekutif Mitsubishi dalam kunjungan ke Tokyo, di mana mereka juga membahas potensi insentif pajak untuk ekspor perusahaan.
“Tarif pajak Indonesia sebenarnya kompetitif dibandingkan negara lain seperti Thailand,” kata Erlanga.
“Namun, ada beberapa pajak daerah yang membuat pajak di Indonesia tampak lebih tinggi, yang sedang kami kaji dengan pemerintah pusat,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Presiden Indonesia Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Jepang akhir pekan ini.
(dolar = 14995000 rupee)

Zahra Amelia adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Zahra menghadirkan laporan serta cerita yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi pembaca Balicitizen.com.

Berita Lainnya
Visi Asia 2021 – Masa Depan dan Negara Berkembang
Ketenangan yang aneh menyelimuti penangkapan mantan penduduk Delft di Indonesia – seorang jurnalis kriminal
Avans+ ingin memulihkan jutaan dolar akibat kegagalan pelatihan dengan pelajar Indonesia