Korban tewas akibat letusan gunung berapi di Indonesia bertambah menjadi 22 orang. Layanan penyelamatan mengatakan mereka menemukan mayat sembilan orang hilang di gunung berapi Marabi di Sumatera. Pencarian masih berlangsung untuk satu orang.
Gunung berapi Gunung Marapi meletus pada hari Minggu, memuntahkan awan abu setinggi tiga kilometer ke langit. Saat itu, ada sekitar 75 pendaki gunung di gunung tersebut. Beberapa di antara mereka mengalami luka bakar atau luka lainnya.
Menurut pengamat, gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.981 meter ini masih sangat aktif. Sekitar dua ratus pekerja penyelamat berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka akan terus mencari orang hilang setidaknya hingga akhir minggu ini.
Jenazah masih perlu diturunkan. Almarhum telah dikremasi sehingga harus diidentifikasi berdasarkan, antara lain, catatan gigi dan sidik jari.
Cincin Api
Kepala Badan Vulkanologi Indonesia mengatakan ada empat tingkat peringatan dan tingkat kedua telah diberlakukan di Marapi sejak tahun 2011. Sejak tahun itu, badan tersebut telah menyerukan penutupan kawasan dalam radius 3 kilometer dari gunung. kawah. Otoritas lain akan bertanggung jawab atas implementasinya.
Indonesia terletak di Cincin Api, suatu wilayah dengan banyak aktivitas seismik di mana gempa bumi dan letusan gunung berapi sering terjadi. Dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Tanah Air, Marapi merupakan salah satu yang teraktif.

Zahra Amelia adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Zahra menghadirkan laporan serta cerita yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi pembaca Balicitizen.com.

Berita Lainnya
Visi Asia 2021 – Masa Depan dan Negara Berkembang
Ketenangan yang aneh menyelimuti penangkapan mantan penduduk Delft di Indonesia – seorang jurnalis kriminal
Avans+ ingin memulihkan jutaan dolar akibat kegagalan pelatihan dengan pelajar Indonesia