Berita Noos•
Korea Utara mengatakan peluncuran serangkaian rudal balistik ke perairan Korea Selatan merupakan peringatan bagi “rezim gangster” negara tersebut. Melalui uji coba rudal tersebut, Korea Utara ingin menunjukkan bahwa mereka siap menyerang tetangganya di selatan bila diperlukan. Rudal tersebut diluncurkan menuju Laut Jepang pada Kamis malam. Tidak ada kerusakan yang dilaporkan.
Korea Utara baru-baru ini meningkatkan jumlah uji coba senjata. Negara tersebut menganggap serangan itu sebagai pembelaan diri terhadap “musuh”. Selain Korea Selatan, juga termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Meluncurkan rudal di bawah pengawasan Kim Jong Un
Menurut Seoul, peluncuran rudal tersebut dapat menjadi ajang pamer bagi calon pembeli peralatan militer Korea Utara, seperti Rusia. Menurut Pentagon di Washington, puing-puing rudal balistik yang berasal dari Korea Utara ditemukan di Ukraina pada awal tahun ini.
Korea Utara mengatakan pihaknya telah berhasil meluncurkan satelit mata-mata pada bulan November. Upaya ini masih akan berhasil, namun Korea Selatan telah menyatakan keraguannya mengenai hal tersebut. Menurut Seoul, Korea Utara menerima bantuan dari Rusia dalam upayanya dengan imbalan dukungan senjata.
Korea Selatan dan Amerika Serikat mengecam keras uji coba rudal tersebut, dan menyatakan bahwa hal tersebut melanggar serangkaian resolusi PBB.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark