JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA), perusahaan jasa pertambangan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, diperkirakan mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada 2027. Proyeksi peningkatan laba bersih, efisiensi operasional, serta ekspansi proyek pertambangan menjadi faktor utama yang mendukung prospek perusahaan dan potensi penguatan harga saham DEWA.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, laba bersih Darma Henwa diproyeksikan meningkat 142,6% menjadi Rp 1,64 triliun pada 2027, dibandingkan estimasi Rp 676 miliar pada 2026. Saham perusahaan yang memiliki Nirwan Bakrie sebagai pemilik manfaat tersebut juga dinilai memiliki peluang kenaikan harga hingga mendekati 100%.
Pendapatan Darma Henwa Diperkirakan Tembus Rp 11,78 Triliun
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Taufan Fadhillah, memperkirakan pendapatan Darma Henwa meningkat dari Rp 7,22 triliun pada 2026 menjadi Rp 11,78 triliun pada 2027.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan berasal dari peningkatan volume pekerjaan pertambangan, optimalisasi penggunaan alat berat, serta kontribusi proyek baru yang mulai memasuki tahap operasional.
Selain pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA diproyeksikan tumbuh 86,4%, dari Rp 2,17 triliun pada 2026 menjadi Rp 4,04 triliun pada 2027.
“Strategi penggunaan armada alat berat milik sendiri berhasil meningkatkan profitabilitas DEWA,” tulis Erindra dan Taufan dalam risetnya, Jumat (23/10/2026).
Penggunaan armada internal menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi biaya operasional dan memperkuat margin keuntungan.
Margin EBITDA Meningkat pada Kuartal III-2026
Perbaikan kinerja Darma Henwa mulai terlihat dalam laporan operasional kuartal III-2026.
Pada periode tersebut, EBITDA perusahaan mencapai Rp 626 miliar, meningkat 27,5% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Margin EBITDA juga mengalami peningkatan dari 29,6% menjadi 33%. Perbaikan ini terutama didukung oleh penggunaan armada alat berat milik sendiri dalam kegiatan operasional proyek Bengalon.
Secara kumulatif, sepanjang sembilan bulan pertama 2026, EBITDA Darma Henwa mencapai Rp 1,56 triliun atau tumbuh 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas perusahaan seiring penerapan strategi efisiensi dan pengelolaan operasional pertambangan.
Proyek Sebuku Menjadi Pendorong Pertumbuhan DEWA pada 2027
Selain efisiensi operasional, ekspansi proyek pertambangan diperkirakan memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan pendapatan Darma Henwa.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Sebuku, yang mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Pada 2027, volume pekerjaan pemindahan lapisan tanah penutup atau overburden removal di proyek tersebut ditargetkan mencapai 30 juta hingga 35 juta bank cubic meter (mbcm).
Aktivitas pemindahan lapisan tanah penutup merupakan bagian penting dalam kegiatan penambangan terbuka karena memungkinkan perusahaan mengakses cadangan mineral atau batu bara yang berada di bawah permukaan tanah.
Peningkatan volume pekerjaan tersebut berpotensi memperbesar kontribusi proyek Sebuku terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan.
Darma Henwa Jajaki Kontrak Batu Bara dan Nikel
Darma Henwa juga tengah menjajaki peluang memperoleh kontrak pertambangan baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Peluang tersebut mencakup proyek pertambangan batu bara di Sumatera Selatan serta proyek nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Ekspansi ke proyek baru berpotensi memperluas sumber pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis jasa pertambangannya.
BRI Danareksa Sekuritas menilai keberhasilan mendapatkan kontrak tambahan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan DEWA pada 2027.
“Dalam skenario optimistis, keberhasilan memperoleh kontrak baru berpotensi meningkatkan pendapatan 2027 sebesar 25,6%, EBITDA 32,8%, dan laba bersih disesuaikan 54,5% dibandingkan skenario dasar,” ungkap Erindra.
Namun, tambahan pertumbuhan tersebut masih bergantung pada keberhasilan perusahaan memperoleh kontrak serta pelaksanaan proyek sesuai rencana.
Prospek Saham DEWA dan Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Proyeksi peningkatan laba bersih dan pendapatan menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek saham Darma Henwa di Bursa Efek Indonesia.
Potensi kenaikan harga saham hingga hampir 100% mencerminkan ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. Meski demikian, angka tersebut merupakan proyeksi, bukan jaminan keuntungan bagi investor.
Kinerja saham DEWA tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk realisasi pendapatan, perkembangan kontrak baru, efisiensi biaya, kondisi industri pertambangan, dan sentimen pasar modal.
Investor juga perlu memperhatikan kemampuan perusahaan mempertahankan margin keuntungan ketika volume pekerjaan meningkat.
Secara keseluruhan, Darma Henwa diperkirakan memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat pada 2027, didukung optimalisasi armada alat berat, peningkatan aktivitas proyek Sebuku, dan peluang ekspansi pertambangan. Realisasi target operasional dan keberhasilan memperoleh kontrak baru akan menjadi faktor penentu apakah proyeksi pertumbuhan laba serta potensi penguatan saham DEWA dapat tercapai.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Facer Rombak Koleksi Tampilan Jam Wear OS, Hadirkan Desain Baru dari Timex
vivo X Fold6 Versi Global Semakin Dekat, Spesifikasi Utama Mulai Terungkap
BYD Siapkan MPV Pertama Lini Ocean, Berpeluang Meluncur Sebelum Akhir Tahun