Setidaknya 30 gerilyawan tewas dan tiga kendaraan hancur dalam serangan AS terhadap organisasi teroris Al-Shabaab di Somalia, menurut komando militer. Serangan itu sebenarnya terjadi pada hari Jumat, tetapi pihak Amerika baru mengumumkannya pada hari Sabtu.
Serangan AS terjadi setelah Al Shabaab menyerbu pangkalan militer Somalia pada Jumat pagi. Serangan itu berhasil dipukul mundur, tetapi bukannya tanpa korban. Menurut Kementerian Informasi Somalia, tujuh tentara Somalia tewas, sementara pasukannya menewaskan sekitar 100 pejuang Al-Shabaab.
Serangan itu memaksa Amerika untuk melancarkan “serangan massal untuk membela diri,” menurut pernyataan dari Komando Afrika AS. Serangan itu terjadi 260 km sebelah utara ibu kota Somalia, Mogadishu.
Militer AS telah aktif di Somalia selama bertahun-tahun. Pada saat perang saudara Somalia pada awal 1990-an, pasukan Amerika hadir di negara itu, yang mengambil bagian dalam Pertempuran Mogadishu pada tahun 1993. Selain itu, apa yang disebut helikopter Black Hawk ditembak jatuh, sebuah peristiwa yang terjadi difilmkan pada tahun 2001 (Elang hitam telah jatuh). Sejak 2007, militer AS secara teratur menyerang Al-Shabaab dengan drone dan rudal jarak jauh.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark