BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pembicaraan pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Papua Nugini

Pembicaraan pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Papua Nugini

Ketua Kamar Dagang dan Industri Papua Nugini, Ian Tarutia, mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan mempererat hubungan perdagangan dengan kedua pemerintah.

Forum tersebut terselenggara dalam pertemuan bilateral satu hari antara pejabat Papua Nugini dan Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri James Marape dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Hubungan ini penting secara logis dan praktis bagi kedua negara karena kedekatan kita satu sama lain,” kata Tarutia. Indonesia adalah tetangga terdekat Papua Nugini. “Kami berbagi perbatasan darat yang sama dan memiliki nenek moyang yang sama dengan saudara dan saudari Melanesia kami di provinsi Papua.”

Di bidang bisnis, PNGCCI memiliki hubungan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan hubungan tersebut telah diperpanjang sejak Maret 2022 melalui nota kesepahaman, kata Tarutia.

“MoU ini secara mendasar memperkuat kemitraan kerja sama di bidang perdagangan dan perdagangan antara kedua negara. Ini mencakup kegiatan perdagangan dan investasi, akses pasar, peningkatan kapasitas UKM dan mendorong arus lintas batas tanpa pembatasan yang tidak perlu,” kata Tarutia.

Delegasi Kadin Indonesia tiba pada Minggu, 2 Juli dipimpin Handito Joyono.

Tarutia mengatakan mereka telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal Otoritas Promosi Pariwisata (TPA) dan Penjabat Menteri Perdagangan dan Investasi Internasional.

Pembahasannya antara lain bagaimana meningkatkan hasil nyata sebagaimana dimaksud dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta pada 31 Maret 2022.

“Kami sepakat bahwa lebih banyak yang bisa dilakukan,” katanya. “Bertukar rincian kontak, dan lihat apakah kami dapat mencapai sesuatu yang saling menguntungkan bagi perusahaan Anda, bukan sekadar niat yang ditulis dan ditandatangani di atas kertas.”

“Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, teman-teman. Kunjungan dan diskusi antara para pemimpin kita ini memperkuat keinginan untuk menciptakan peluang perdagangan dan investasi yang lebih nyata di antara kita di tingkat bisnis.

READ  MOA MOA di Amsterdam: tiki bar kontemporer

PNGCCI mendukung pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Papua Nugini yang akan fokus secara khusus pada peluang perdagangan dan industri di kedua sisi, kata Tarutia. Ia mengatakan usai forum tersebut, dialog akan dilanjutkan guna membentuk dan mengoperasikan entitas ini secara formal.

“Kami ingin memperkuat kerja sama kami dalam praktik melalui kerja sama bisnis yang nyata,” kata Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Indonesia Papua Nugini dan Timor Timur ini. “Dalam beberapa hari terakhir, kami telah menikmati beberapa pertemuan bisnis antara perusahaan Indonesia dan Papua Nugini di bidang teknologi informasi, pariwisata dan transportasi.” Dan juga dalam pendidikan dan pelatihan ekspor, seperti yang juga kami sebutkan, kami telah berkomunikasi dengan pemerintah tersebut.

“Kami mendukung Pemerintah Indonesia dalam bekerja sama dengan Papua Nugini sebagai bagian dari Pasifik. Konektivitas adalah kunci yang memungkinkan perluasan perdagangan di masa depan antara Papua Nugini dan Indonesia. Diharapkan dengan dibukanya penerbangan perdana CITILINK dari Bali ke Pelabuhan Moresby beberapa hari sebelumnya pada tanggal 2 Juli meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Papua Nugini berkat CITILINK, dengan dukungan dari pemerintah Indonesia dan Papua Nugini untuk mencapai hal ini.

“Kami mempunyai mimpi yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan negara kita tercinta dan yakin ada cara untuk mencapai hal ini. Bersama-sama kita bisa berbuat lebih banyak.”