BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Penelitian tentang diplomat Sindrom Havana di Wina

Pemerintah AS sedang menyelidiki sejumlah kasus penyakit di kalangan diplomat dan staf kedutaan di Wina, Austria. Lebih dari dua lusin orang telah melaporkan keluhan yang mirip dengan sindrom Havana, suatu kondisi yang pertama kali muncul di kalangan diplomat di ibukota Kuba, Havana.

Gejalanya berkisar dari pusing, gangguan keseimbangan, gangguan pendengaran, dan kecemasan hingga apa yang digambarkan penderita sebagai “kabut otak”, yang bermanifestasi sebagai masalah dengan konsentrasi dan pelupa, antara lain.

Para diplomat AS dan Kanada adalah yang pertama mengeluhkan gejala-gejala ini pada tahun 2016 dan 2017. Penyebab penyakit ini belum diketahui, tetapi para ilmuwan mengatakan penyakit itu kemungkinan besar disebabkan oleh radiasi elektromagnetik terfokus.

pusat mata-mata

Ilmuwan AS menemukan kelainan kecil pada otak pasien pada 2019. Kuba menolak penyelidikan ini.

Pemerintah AS sedang menyelidiki kasus baru dengan Kementerian Luar Negeri Austria. Kasus telah dilaporkan sebelumnya di luar Havana, tetapi tidak sebanyak sekarang di Wina.

Wina, di mana banyak organisasi internasional berada, telah lama menjadi rumah bagi banyak diplomat dan memiliki reputasi baik sebagai pusat spionase, terutama selama Perang Dingin. Amerika Serikat juga memiliki perwakilan diplomatik yang besar di sana.

Diskusi internasional diadakan secara teratur, termasuk negosiasi tidak langsung saat ini dengan Iran tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

READ  Hukum iklim Prancis mengambil rintangan pertama di Parlemen