NASA adalah pelanggan pertama pangkalan ruang angkasa komersial yang dioperasikan oleh Equatorial Launch Australia (ELA). Tujuh puluh karyawan NASA melakukan perjalanan ke pangkalan terpencil untuk tiga peluncuran, yang pertama dari Australia sejak 1995, ketika roket diluncurkan dari kompleks Woomera Range Angkatan Darat di selatan benua itu.
Michael Jones, CEO ELA, berbicara tentang “malam bersejarah” bagi perusahaannya. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan proyek itu menandai “era baru” bagi sektor luar angkasa Australia.
Dari Selandia Baru ke Bulan
Badan antariksa AS juga merencanakan misi dari Selandia Baru. Misi CAPSTONE terdiri dari satelit kecil berukuran gelombang mikro yang ditempatkan di orbit sekitar Bulan. Perangkat akan ditempatkan di orbit yang sangat elips sehingga stasiun ruang angkasa kecil baru, Gateway, akan menyusul dalam beberapa tahun. CAPSTONE akan menguji navigasi dan komunikasi di orbit itu.
Kompleks peluncuran Rocket Lab 1 adalah situs peluncuran komersial di Pulau Utara Selandia Baru. Rocket Lab telah meluncurkan satelit ke luar angkasa dari kompleks tersebut sejak 2018.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0