
Agensi Pers Prancis
NOS. Berita•
Orang-orang bersenjata menembak dan membunuh sedikitnya sembilan orang di provinsi Papua, Indonesia.
Menurut polisi, kelompok yang memperjuangkan Papua merdeka berada di balik serangan itu. Kantor berita pemerintah Indonesia melaporkan bahwa orang-orang bersenjata menembak warga sipil di sebuah desa di distrik Ndoga sebelumnya Antara. Seorang petugas polisi berbicara tentang pembantaian yang dilakukan oleh “kelompok teroris”.
Dia mengatakan dia tidak bisa merilis rincian lebih lanjut tentang serangan itu, karena agen memprioritaskan mengevakuasi orang. Kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan itu adalah salah satu yang paling mematikan di Papua dalam beberapa tahun.
hukum baru
Serangan itu terjadi tak lama setelah protes di Papua terhadap undang-undang baru yang membagi Papua menjadi lima wilayah administratif, bukan dua yang sudah ada.
Menurut pemerintah Indonesia, ini bagus untuk pembangunan provinsi. Pejuang kemerdekaan Papua khawatir bahwa Jakarta akan mencoba untuk mengontrol provinsi dengan lebih baik, yang mencakup lebih banyak kabupaten.
Ketegangan di Papua antara warga dan pihak berwenang Indonesia meningkat tahun lalu. Pemerintah Indonesia kemudian mengirim 400 tentara tambahan ke Papua setelah pejuang kemerdekaan membunuh seorang perwira senior intelijen Indonesia.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark