Berita NOS•
Para tersangka, yang ditangkap di Belgia pada Senin karena bersiap melancarkan serangan, mengincar Wali Kota Antwerp Bart de Wever. Media Belgia menulis itu. Kelompok itu juga berencana menyerang kantor polisi.
Ini mungkin menyangkut pemuda Muslim radikal, yang dibagi oleh pengadilan menjadi kelompok Brussel dan Antwerpen. Cabang Antwerpen berencana membunuh walikota.
“Nama De Wever telah jatuh ke dalam penyelidikan Antwerpen,” kata Kantor Kejaksaan Federal. “Tapi bukan berarti hari dan jam telah ditetapkan untuk serangan itu. Itu tidak konkret.”
Larangan jilbab
De Wever juga ketua partai nasionalis Flemish N-VA. Itu bisa menjadi sasaran, antara lain, larangan jilbab bagi staf loket di kota pelabuhan, menurut laporan. koran Antwerpen. Kantor Kejaksaan Federal tidak mau mengkonfirmasi hal ini.
Delapan orang ditangkap Senin lalu. Selama penggerebekan, menurut surat kabar Antwerpen, ditemukan senjata yang larasnya telah dinonaktifkan.
Polisi telah mengawasi para pemuda itu selama beberapa waktu, karena mereka akan diradikalisasi dengan sangat cepat. Para petugas memutuskan untuk campur tangan ketika menjadi jelas bahwa para tersangka sedang mencari senjata api yang lebih kuat.
Walikota Antwerp tidak mau berkomentar.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark