The news is by your side.

42 Rabies Center Berdiru di Bali

0

Oleh: Ari  |

Balicitizen.com, Denpasar – Guna mengejar target Bali bebas rabies, Pemprov Bali menyediakan 42 rabies center di Bali. Warga bisa konsultasi terkait rabies dan hewan penular rabies di tempat ini. Selain itu vaksin anti rabies juga tersedia di tempat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya  menyatakan pihaknya mendukung penuh penanggulangan rabies terutama dengan tindakan kesehatan jika terjadi gigitan anjing serta penyediaan Vaksin Anti Rabies (VAR). “Juga didukung dengan adanya 42 Rabies Center di seluruh Bali. Jika mampu terlaksana (tahun 2020 bebas rabies) tentu sangat baik dan kita dukung penuh,” harapnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita berharap Bali segera bisa bebas rabies. Ia berharap dana Pusat yang dikucurkan betul-betul maksimalkan digunaka untuk memberantas rabies di Pulau Dewata.

Sebelumnya, hingga bulan September 2019 ini, vaksinasi terhadap populasi anjing di Bali masih menyentuh angka 92 persen dari total populasi anjing 573 ribu ekor. Kini sisanya ditarget rampung pada bulan ini, lantaran Bali ditarget bisa bebas rabies tahun 2020.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menegaskan bahwa saat ini kasus rabies menunjukan tren penurunan.

Pihaknya bersama tim juga telah bekerja ekstra dan memberi prioritas guna mengatasi rabies di kawasan yang masuk Zona Merah Rabies.

Mulai September 2019 ini menurutnya, akan dilakukan vaksinasi kembali terhadap anjing-anjing yang belum tervaksinasi serta anjing yang baru lahir. “Ini dilakukan agar Desember (2019) mendatang target Bali Bebas Rabies 2020 seperti yang dicanangkan bisa lebih cepat tercapai. Tidak perlu tunggu 2020,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Ketut Pudja, akademisi yang juga sering disebut ‘pakar rabies’  menyebut bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali membuat kasus rabies di Bali secepatnya mampu dituntaskan, hingga mengembalikan nama Bali sebagai Provinsi Bebas Rabies seperti beberapa tahun sebelumnya.

“Tahun ini pun kami bersama Disnak (Dinas Peternakan) dan tim berusaha ‘menggempur’ rabies agar bisa tuntas di Provinsi Bali. Jadi tidak perlu tunggu tahun 2020,” katanya beberapa waktu yang lalu. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.