BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Celah Keamanan WPSplinter Ancam Ratusan Juta Router Broadcom di Seluruh Dunia

Celah Keamanan WPSplinter Ancam Ratusan Juta Router Broadcom di Seluruh Dunia

Kerentanan keamanan serius bernama WPSplinter ditemukan pada perangkat router yang menggunakan chipset Broadcom. Celah ini diperkirakan mengancam ratusan juta router di berbagai negara dan memungkinkan penyerang mengambil alih perangkat melalui jaringan Wi-Fi tanpa mengetahui kata sandi atau memerlukan tindakan dari pengguna.

Temuan tersebut diungkap oleh peneliti keamanan siber Quentin Kaiser dalam konferensi Hexacon di Paris, Prancis. Kerentanan ini menjadi perhatian karena diketahui telah ada selama sekitar delapan tahun, tetapi perbaikannya belum menjangkau sejumlah perangkat yang digunakan konsumen.

Kaiser menamai kerentanan tersebut WPSplinter setelah Broadcom menolak menerbitkan nomor identifikasi kerentanan resmi atau Common Vulnerabilities and Exposures (CVE).

Cara Kerja Celah WPSplinter pada Router Broadcom

WPSplinter ditemukan dalam kode lama fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS) yang dikembangkan Broadcom. Fitur WPS umumnya digunakan untuk mempermudah penyambungan perangkat ke jaringan nirkabel, termasuk melalui tombol khusus pada router.

Masalah muncul ketika perangkat memproses pertukaran pesan tertentu dalam sistem WPS. Kesalahan pada kode memungkinkan penyerang mengakses bagian memori router dan berpotensi menjalankan perintah berbahaya melalui teknik Remote Code Execution (RCE).

Serangan Tidak Memerlukan Kata Sandi Wi-Fi

Berbeda dari metode pembobolan jaringan nirkabel yang mengandalkan pencurian kata sandi, eksploitasi WPSplinter dapat dilakukan tanpa melewati proses autentikasi Wi-Fi.

Penyerang hanya perlu berada dalam jangkauan sinyal nirkabel perangkat yang rentan. Serangan juga tidak membutuhkan PIN WPS maupun persetujuan pengguna.

Kerentanan ini bukan berasal dari kelemahan umum protokol WPS, melainkan kesalahan spesifik dalam implementasi kode Broadcom.

Dalam demonstrasi teknis, Kaiser berhasil mengambil kunci Wi-Fi yang tersimpan dalam memori NVRAM router Askey TCG3000 milik operator Orange Belgium.

Ia juga menunjukkan kemampuan memperoleh akses remote shell pada router Sagemcom Proximus BBOX3V+ melalui koneksi nirkabel tanpa menggunakan internet.

READ  Pertunjukan yang sangat beragam selama Festival Dunia Glanamundo

Kerentanan Telah Diketahui Sejak 2018

Salah satu persoalan utama dalam kasus WPSplinter adalah distribusi pembaruan keamanan kepada produsen perangkat dan penyedia layanan internet.

Menurut Kaiser, Broadcom telah mengetahui keberadaan kerentanan tersebut sejak 2018 dan mengganti kode bermasalah pada lini produk yang lebih baru.

Namun, perbaikan tersebut tidak secara otomatis diterapkan pada router lama yang masih digunakan pelanggan.

Ketika masalah ini kembali dilaporkan pada Juli 2026, muncul pertanyaan mengenai efektivitas koordinasi keamanan antara pembuat chipset, produsen router, dan operator telekomunikasi.

Kaiser menilai keputusan Broadcom untuk tidak menerbitkan identifikasi CVE turut menghambat penyebaran informasi kerentanan melalui mekanisme pembaruan keamanan yang digunakan industri.

Sejumlah Merek Router Berpotensi Terdampak

Perangkat yang disebut berpotensi terdampak mencakup produk dari sejumlah produsen besar, antara lain Cisco, TP-Link, Netgear, Sagemcom, Nokia, ZTE, dan Zyxel.

Router yang digunakan pelanggan operator seperti Movistar, Optus, KPN, dan Türk Telekom juga termasuk dalam cakupan temuan tersebut.

Kaiser memperkirakan jumlah perangkat yang rentan secara global dapat mencapai ratusan juta unit.

Meski demikian, keberadaan chipset Broadcom pada sebuah router tidak otomatis menunjukkan bahwa perangkat tersebut rentan. Kondisi keamanan bergantung pada model, versi firmware, serta implementasi kode yang digunakan.

Kecerdasan Buatan Mempercepat Penemuan Kerentanan

Penelitian WPSplinter juga memperlihatkan meningkatnya peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam analisis keamanan perangkat lunak.

Kaiser mengungkapkan bahwa penggunaan alat berbasis AI membantunya mengidentifikasi dan mengembangkan metode eksploitasi kerentanan dalam waktu kurang dari satu minggu.

Proses serupa sebelumnya dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan apabila dilakukan secara manual.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI dapat mempercepat penelitian keamanan siber. Namun, teknologi yang sama juga berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menemukan kelemahan pada perangkat yang belum diperbarui.

READ  Anda sering tidak membaca bagaimana seorang wanita menikmati malam pernikahannya di awal abad kedua puluh

Langkah Melindungi Router dari Serangan WPSplinter

Pengguna router yang berpotensi terdampak disarankan memeriksa pembaruan firmware dan informasi keamanan dari produsen maupun penyedia layanan internet.

Mengganti kata sandi Wi-Fi saja tidak cukup untuk mencegah eksploitasi WPSplinter karena serangan dapat berlangsung sebelum tahap autentikasi.

Menonaktifkan WPS dapat menjadi langkah pengurangan risiko. Namun, Kaiser memperingatkan bahwa pengaturan tersebut belum tentu sepenuhnya menonaktifkan bagian kode Broadcom yang rentan.

Penggunaan Router Tambahan sebagai Alternatif

Sebagai langkah mitigasi, Kaiser menyarankan pengguna mempertimbangkan konfigurasi jaringan berikut:

  1. Mengaktifkan mode bridge pada router bawaan penyedia layanan internet apabila tersedia.

  2. Menonaktifkan pemancar Wi-Fi pada perangkat bawaan tersebut.

  3. Menghubungkan router pribadi melalui kabel Ethernet dan memastikan perangkat tambahan memperoleh pembaruan keamanan secara rutin.

Pengaturan tersebut bertujuan mengurangi paparan antarmuka nirkabel yang rentan. Namun, pengguna tetap perlu memastikan konfigurasi sesuai dengan layanan internet dan perangkat yang digunakan.

Kaiser juga menyediakan skrip pendeteksi melalui GitHub untuk membantu administrator jaringan memeriksa kemungkinan keberadaan kerentanan WPSplinter.

WPSplinter Soroti Pentingnya Pembaruan Keamanan Router

Kasus WPSplinter memperlihatkan bahwa kerentanan lama masih dapat menimbulkan ancaman besar ketika pembaruan keamanan tidak tersalurkan secara menyeluruh.

Bagi pengguna internet rumah, termasuk pelanggan layanan broadband di Indonesia, pemeriksaan firmware dan penggunaan perangkat yang masih memperoleh dukungan keamanan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan.

Temuan ini sekaligus menegaskan perlunya koordinasi yang lebih efektif antara produsen chipset, pembuat router, dan operator internet agar perbaikan keamanan dapat menjangkau perangkat yang masih aktif digunakan masyarakat.