Sebuah aplikasi paten telah muncul dari Apple yang menunjukkan perangkat audio dan perekam. Pengguna dapat memakainya di pakaian mereka, setelah itu perangkat mengirimkan suara target ke telinga.
Dengan mengirimkan suara dalam konfigurasi radial dari speaker yang berbeda, perangkat melindungi privasi pengguna, karena orang lain hampir tidak dapat mendengar suara, kata apelPerangkat juga akan memiliki beberapa mikrofon yang, dengan menghitung dari mana suara itu berasal, hanya mendengarkan pengguna dan bukan suara lain.
Tujuannya adalah solusi ini menghilangkan kebutuhan pengguna untuk memakai penyumbat telinga atau headphone untuk mendengar audio. “Banyak headphone yang tidak nyaman dipakai dan dapat membatasi kemampuan pengguna untuk mendengar suara dari lingkungan. Komunikasi dengan orang lain juga bisa lebih sulit,” kata Apple.
Aplikasi tersebut, yang dirilis pada Kamis dan diperkenalkan tahun lalu, menyebut desainer Daniel Budhaji sebagai penemu utama. Dia bekerja untuk Apple pada aplikasi teknologi, antara lain, di perusahaan pakaian.
Grafik yang menyertai aplikasi paten menunjukkan bahwa perangkat dapat dikenakan di atas pakaian, seperti Communicator dari Star Trek. Tidak diketahui apakah Apple benar-benar ingin membuat produk tersebut. Perusahaan seperti Apple mengajukan banyak aplikasi paten, tidak semuanya mengarah ke produk nyata.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0