
Badan Perlindungan Lingkungan
NOS. Berita••diubah
Di Puerto Rico dan Republik Dominika, tiga orang tewas dalam Badai Fiona yang melanda pulau-pulau tersebut. Badai menutup semua Puerto Rico pada hari Minggu. Menurut gubernur, Pedro Pierluisi, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk memulihkan jaringan listrik.
Korban meninggal karena tertimpa pohon atau tenggelam. Kemarin, Fiona juga menimbulkan masalah akibat hujan deras yang terus mengguyur. Garda Nasional telah menyelamatkan lebih dari 900 orang dari cobaan, masih ada risiko banjir, dan sebagian besar Puerto Rico saat ini tidak memiliki air minum dari keran.
Fiona pindah dari Puerto Rico ke Republik Dominika. Ratusan orang dievakuasi di sana dan banjir dilaporkan di banyak tempat. Akibatnya, beberapa desa menjadi terisolasi dari dunia luar.
Fiona semakin kuat
Presiden Dominika Abenader mengatakan perlu beberapa hari untuk sepenuhnya memahami efek badai, tetapi kerusakannya “signifikan”. Terakhir kali negara itu dilanda topan parah adalah pada 2018.
Fiona sekarang bergerak ke utara menuju Kepulauan Turks dan Caicos. Kekuatan badai diperkirakan akan meningkat di atas air hangat, dari Kategori 1 ke Kategori 3. Ini adalah kategori tertinggi ketiga. Peringatan badai untuk kepulauan itu telah dikeluarkan oleh US Hurricane Center NHC.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark